PUPUK HANTU MULTIGUNA PUPUK HANTU MULTIGUNA

Selasa, 19 April 2016

Sawit | Metode dan Dosis Pemupukan Kelapa Sawit

CARA PEMUPUKAN SAWIT,BUDIDAYA SAWIT,PUPUK ORGANIK UNTUK TANAMAN SAWIT.
CARA PEMUPUKAN SAWIT,BUDIDAYA SAWIT,PUPUK ORGANIK UNTUK TANAMAN SAWIT.



CARA PEMUPUKAN SAWIT,BUDIDAYA SAWIT,PUPUK ORGANIK UNTUK TANAMAN SAWIT.
 Bagi pemilik perkebunan kelapa sawit, prosedur pemupukan kelapa sawit mungkin sudah tidak asing lagi, tetapi terkadang meskipun sudah berkebun kelapa sawit dan sudah melakukan pemupukan kelapa sawit masih saja ada kelapa sawit yang tidak tumbuh dengan baik. Atau Anda sering kali mengalami gagal panen dikarenakan buah kelapa sawit yang kurang maksimal, apalagi bagi Anda yang belum atau ingin membuka perkebunana kelapa sawit perlu mengetahui prosedur pemupukan kelapa sawit ini. 
Pemupukan kelapa sawit merupakan salah satu proses yang sangat penting untuk mempertahankan produksi buah kelapa sawit. Pohon kelapa sawit ini berbuah sekitar dua minggu sekali, atau dengan kata lain pemilik kebun kelapa sawit akan panen kelapa sawit setiap dua minggu sekali. Namun, setiap periode dua minggu tersebut bukan tidak mungkin buah yang dihasilkan tidak sama. Terkadang dua minggu pertama panen besar, tetapi selang dua minggu ke empat agak menurun. Hal ini bisa saja disebabkan dari prosedur pemupukan kelapa sawit yang belum maksimal. 
Siapa yang tidak ingin melihat hasil panen kelapa sawitnya bertahan setiap kali panen atau malah bertambah?Semuanya pasti menginginkan hasil panen yang maksimal setiap kali panen. Selain perawatan membersihkan piringan pada tanaman sawit, memberihkan rumput dibawah batang berjarak satu meter disekelilingnya, melakukan dodos tandan, tentu saja pemupukan kelapa sawit tidak boleh ditinggalkan.
Tidak semua petani kelapa sawit berhasil mempertahankan prosedur pemupukan kelapa sawit setiap saat, karena ada kalanya proses pemupukan kelapa sawit tidak berjalan dengan baik. Bahkan ada juga yang sering kali gagal melakukan pemupukan kelapa sawit, sampai harus mengganti pupuk. Kegagalan tersebut dikarenakan minimnya atau ketidaktahuan dalam memberikan dosis pada saat proses pemupukan kelapa sawit berlangsung. Lalu bagaimana metode memberikan dosis untuk proses pemupukan kelapa sawit ini? 
Berikut beberapa metode memberikan dosis untuk pemupukan kelapa sawit:
  1. Pemupukan boleh dilakukan dengan menggunakan metode atau sistem tebar dan sistem benam. Petani kelapa sawit harus memperhatikan metode mana yang cocok untuk kebun kelapa sawitnya. Jika tidak menerapkan metode yang tepat, kemungkinan panen yang didapatkan tidak sesuai dengan harapan.
  2. Apabila menggunakan sistem tebar, sebaiknya pupuk ditebarkan di pinggir piringan antara jarak 0,5 meter pada tanaman muda kelapa sawit, sedangkan untuk tanaman kelapa sawit yang sudah tua atau dewasa, pemupukan kelapa sawit diberikan pada jarak antara 1 – 2,4 meter.
  3. Pada sistem benam (pocket), pemupukan kelapa sawit diberikan pada 4 sampai dengan 6 lubang pada piringan di sekeliling pohon kelapa sawit. Lalu lubang ditutup lagi supaya pupuk meresap. Sistem benam cenderung digunakan pada areal yang relatif rendah. Sedangkan pada areal gambut atau pasir mudah mengalami erosi.
  4. Metode pemupukan kelapa sawit bisa dilakukan dengan cara-cara manual atau modern.
  5. Cara pemupukan kelapa sawit manual dengan menggunakan tenaga manusia dan satu persatu. Sedangkan cara pemupukan kelapa sawit modern menggunakan pesawat terbang atau bisa juga menggunakan traktor. Selama ini pemupukan kelapa sawit secara manual adalah yang paling umum dilaksanakan karena lebih murah dan lebih teliti.
  6. Pemupukan kelapa sawit biasanya dilakukan 2 kali dalam setahun, yakni saat awal musim dan akhir musim penghujan.
  7. Apabila pemupukan kelapa sawit menggunakan NPK 15-15-15, dosis perpohonnya sebanyak 4 kg ditambah DSP 1 kg perpohon.
  8. Penggunaan kompos untuk tandan sawit, sedangkan bahan organik berguna untuk lahan yang kurang kandungan organiknya.
Cara Sederhana Pemupukan Kelapa Sawit
Dosis dan metode pemupukan kelapa sawit sudah kita pelajari dari penjelasan di atas. Apa yang telah di uraikan tersebut tidak akan berhasil jika kita tidak mencobanya. Untuk mencoba metode dan dosisi pemupukan kelapa sawit tersebut tidak perlu dilakukan secara besar-besaran langsung, tetapi dilakukan terlebih dahulu dengan cara yang sederhana. Hal ini dilakukan untuk menghindari pemborosan dalam pemupukan kelapa sawit yang akan dilakukan, dan tentu saja untuk menghindari kegagalan.
Pada dasarnya pemupukan kelapa sawit tidak perlu dilakukan secara berlebihan, cukup dengan cara yang sederhana, Anda sudah bisa mendapatkan hasilnya. Satu hal yang terpenting pada saat melakukan pemupukan kelapa sawit ini adalah ketekunan dan ketelitian. Dosis yang dibuat jika tidak sesuai dengan takarannya yang tepat akan berdampak buruk pada pohon kelapa sawit. Demikian juga halnya dengan aturan pemberian pupuk yang terlalu sering juga tidak akan membuahkan hasil yang maksimal.
Terutama bagi Anda yang baru merintis membuka perkebunan kelapa sawit, sebaiknya yang Anda lakukan adalah melakukan pemupukan kelapa sawit dengan cara yang sederhana. Bagaimana cara sederhana melakukan pemupukan kelapa sawit itu? Berikut beberapa cara sederhana yang bisa kita lakukan pada saat pemupukan kelapa sawit:
  1. Bersihkan terlebih dahulu “piringan” pada tanaman kelapa sawit dari rumput dan alang-alang. Sebab, hal ini bermanfaat bagi pohon kelapa sawit dan tandan buah sawit. Sehingga pemupukan kelapa sawit yang akan dilakukan bisa berjalan mulus dan meresap maksimal ke dalam pohon kelapa sawitnya.
  2. Khusus untuk areal datar, pupuk ditabur merata 0,5 m dari pohon kelapa sawit sampai pinggiran melingkar. Lakukan hal yang sama untuk semua pohon kelapa sawit yang berada di areal datar tersebut secara merata.
  3. Tempat penyebaran pupuk adalah tempat pupuk ditaburkan. Artinya jangan menyebarkan pupuk yang bukan semestinya atau tidak ditempatnya, karena akan mempengaruhi proses pemupukan kelapa sawit yang dilakukan.
  4. Jika terdapat jenis pupuk yang tidak boleh dicampur. Sebaiknya tempat penaburannya dipisahkan dan diberi jarak sekitar 12 hari antara satu pupuk dengan pupuk yang lainnya.
  5. Pupuk dianjurkan untuk disebarkan pada pohon kelapa sawit yang memiliki akar-akar rambut paling banyak. Letaknya kira-kira dekat mahkota daun bagian yang terluar dari kelapa sawit.
  6. Pemupukan kelapa sawit yang akan disebarkan haruslah benar-benar berbentuk remah, bukan gumpalan-gumpalan seperti yang terdapat pada pupuk Urea dan lain sebagainya. Jadi sebelum melakukan pemupukan kelapa sawit, perhatikan pupuknya jika sudah berbentuk remah baru boleh disebarkan, tetapi jika belum, gumpalan pupuk harus kita hancurkan menjadi remah.
  7. Gunakanlah selalu alat takaran pemupukan kelapa sawit supaya dosis pemupukan bisa tepat dalam penggunaannya. Pupuk memang baik untuk merangsang pertumbuhan buah kelapa sawit, tetapi jika berlebihan bukannya baik malah akan berakibat buruk.
Tempat Penaburan Pupuk pada Kelapa Sawit
Nah, tempat untuk menabur pupuk atau lokasi yang dipilih sebagai tempat untuk melakukan pemupukan kelapa sawit adalah sebagai berikut:
  1. Bokoran
  2. Ujung bokoran
  3. Ujung pelepah
Cara Memupuk
  1. Top dressing, disebar dari atau langsung ditabur di atas tanah.
  2. Furrow application, di dalam rorak-rorak atau di pinggir guludan. Rorak atau guludan adalah gundukan dan saluran air.
  3. Sub Soil placement, memupuk dengan cara dibenam.
  4. Soil injection, dimasukkan dalam tanah dalam bentuk cairan.
  5. Stem injection, dimasukkan ke dalam batang.
  6. Nutritional spray, memupuk melalui daun.
Terakhir dan penting sekali diperhatikan. Pemupukan kelapa sawit harus dibedakan ketika tanaman sawit belum menghasilkan dan ketika tanaman sawit yang sudah menghasilkan. Kedua kondisi ini berbeda cara pemupukannya. Untuk meningkatkan hasil dan kualitas kelapa sawit anda, sekarang sudah tersedia produk berkualitas karya anak bangsa.SUPERNASA dan POWER NUTRITION.Hanya dengan menambah 3-6kg produk tersebut, bisa miningkatkan bobot dan kualitas hasil panen kelapa sawit anda.

Minggu, 13 Maret 2016

Pupuk Organik, Pupuk kimia,dan Pupuk hayati

APa-cara-bua-Pupuk Organik, Pupuk kimia,dan Pupuk hayati
Pupuk Organik, Pupuk kimia,dan Pupuk hayati

 PUPUK ORGANIK
Pupuk organik seperti namanya pupuk yang dibuat dari bahan-bahan organik atau alami. Bahan-bahan yang termasuk pupuk organik antara lain adalah pupuk kandang, kompos, kascing, gambut, rumput laut dan guano. Berdasarkan bentuknya pupuk organik dapat dikelompokkan menjadi pupuk organik padat dan pupuk organik cair. Beberapa orang juga mengkelompokkan pupuk-pupuk yang ditambang seperti dolomit, fosfat alam, kiserit, dan juga abu (yang kaya K) ke dalam golongan pupuk organik. Beberapa pupuk organik yang diolah dipabrik misalnya adalah tepung darah, tepung tulang, dan tepung ikan. Pupuk organik cair antara lain adalah compost tea, ekstrak tumbuh-tumbuhan, cairan fermentasi limbah cair peternakan, fermentasi tumbuhan-tumbuhan, dan lain-lain.
Pupuk organik memiliki kandungan hara yang lengkap. Bahkan di dalam pupuk organik juga terdapat senyawa-senyawa organik lain yang bermanfaat bagi tanaman, seperti asam humik, asam fulvat, dan senyawa-senyawa organik lain. Namun, kandungan hara tersebut rendah. Berdasarkan pengalaman saya, tidak ada pupuk organik yang memiliki kandungan hara tinggi atau menyamai pupuk kimia.
Orang sering kali menghitung kebutuhan pupuk organik berdasarkan kandungan haranya saja. Kandungan hara pupuk organik disetarakan dengan kandungan hara dari pupuk kimia yang biasa digunakan. Akibatnya kebutuhan pupuk organik jadi berlipat-lipat dibandingkan dengan dosis pupuk kimia. Sebagai contoh kompos dengan kandungan sebagai berikut: 2.79 % N, 0.52 % P2O5, 2.29 % K2O. Maka dalam 1000 kg (1 ton) kompos akan setara dengan 62 kg Urea, 14.44 kg SP 36, dan 38.17 kg MOP. Cara menghitungnya sebagai berikut:

Hara N =
(%N Kompos x 1000 kg)/%N Urea = (2.79% x 1000 kg)/45% = 62 kg


Hara P=
(%P2O5 kompos x 1000 kg)/%P2O5 SP-36 = (0.52% x 1000 kg)/36% = 14.44 kg


Hara K=
(%K2O kompos x 1000 kg)/%K2O MPO = (2.29% x 1000 kg)/60% = 38.17 kg


Misalkan padi biasanya diberi pupuk kimia dengan dosis 200 kg Urea,100 kg SP-36, dan 150kg MOP/KCl. Agar haranya sama maka kompos yang diperlukan kurang lebih sebanyak 7 ton. Dosis yang besar ini akan berimplikasi langsung terhadap biaya pemupukan. Jika dihitung biaya pemupukan dengan pupuk organik/kompos jauh lebih besar daripada biaya pemupukan dengan pupuk kimia. Belum lagi biaya untuk aplikasi kompos tersebut. Perbandingan biayanya sebagai berikut:
Kenyataan di lapangan membuktikan bahwa pupuk organik/kompos tidak bisa dihitung berdasarkan unsur haranya saja. Kalau Anda tidak percaya Anda bisa melakukan percobaan sederhana untuk membandingkan kedua pupuk ini. Ambil tanah, sebaiknya gunakan tanah-tanah marjinal. Masukkan ke dalam dua polybag yang ukuran dan isinya sama. Satu polybag diberi kompos dengan dosis 0.5 รข€“ 1 kg. Polybag yang lain diberi pupuk kima beberapa sendok. Ya… kira-kira kandungan haranya sebanding. Trus tanam sembarang tanaman, bisa biji cabe, tomat, cay sim, mentimum, atau tanaman-tanaman lainnya. Letakkan di tempat yang sama. Beri perlakuan penyiraman, penyiangan, dan perlakuan lainnya yang sama. Tunggu beberapa lama hingga tanaman tumbuh besar dan menghasilkan. Coba bandingkan, tanaman mana yang lebih bagus hasilnya?

Uji pupuk
Cara sederhana menguji pupuk kimia, pupuk organik, dan pupuk hayati.
(A) kontrol, tanpa pemupukan sama sekali. Tanaman terlihat sangat merana.
(B) Diberi pupuk kimia, tanaman tetap merana meskipun tumbuh lebih baik.
(C) Diberi kompos/pupuk organik. Hasilnya jauh lebih baik.
(D) Diberi pupuk organik/kompos dan biofertilizer. Tumbuhnya paling baik.
Saya hampir yakin 90% kalau tanaman yang diberi kompos akan tumbuh lebih baik daripada tanaman yang diberi pupuk kimia, meskipun kandungan haranya sebanding.

Pertanyaannya adalah MENGAPA BISA DEMIKIAN????
Orang sering lupa bahwa selain kandungan hara, pupuk organik juga mengandung senyawa-senyawa organik lain. Meskipun kandungan haranya rendah tetapi kandungan senyawa-senyawa organik di dalam kompos ini memiliki peranan yang lebih penting dari pada peranan hara saja. Misalnya, asam humik dan asam fulvat. Kedua asam ini memiliki peranan seperti hormon yang dapat merangsang pertumbuhan tanaman. Kompos diketahui dapat meningkatkan nilai KTK (kapasitas tukar kation) tanah. Artinya tanaman akan lebih mudah menyerap unsur hara. Tanah yang diberi kompos juga menjadi lebih gembur dan aerasi tanah menjadi lebih baik. Tanah yang diberi kompos lebih banyak menyimpan air dan tidak mudah kering. Jika diamati lebih jauh, aktivitas mikroba pada tanah yang diberi kompos akan lebih tinggi daripada tanah yang tidak diberi kompos. Mikroba-mikroba ini memiliki peranan dalam penyerapan unsur hara oleh tanaman. Singkat cerita, kompos dapat memperbaiki sifat kimia, sifat fisik, dan sifat biologi tanah.

Lalu bagaimana menghitung kebutuhan pupuk organik/kompos?

Kandungan pupuk organik sangat beragam. Karakteristiknya pun bermacam-macam. Sama-sama pupuk kandang, pupuk kandang di P Jawa bisa saja sangat berbeda dengan pupuk kandang di P Sulawesi. Belum lagi hubungannya dengan jenis tanah, iklim, kondisi lingkungan, cara budidaya dan komoditas tanaman yang berbeda-beda. Umumnya dosis pupuk organik/kompos ditentukan secara empirik. Ini adalah hasil penelitian dan ujicoba. Mungkin juga pengalaman lapang petani selama bertahun-tahun.

Dalam kondisi tertentu, pupuk organik/kompos dapat diberikan tanpa menambahkan pupuk kimia sama sekali. Cara ini dipraktekkan dalam budidaya pertanian organik. Yang lebih sering dilakukan adalah mengkombinasikan antara pupuk organik dengan pupuk kimia. Sebagian kebutuhan hara tanaman disubstitusi antara pupuk kimia dan pupuk organik. Caranya dengan menghitung berapa kombinasi yang paling ekonomis, baik dilihat dari sisi biaya maupun hasilnya. Patokan yang sering dipakai adalah 50% dosis pupuk kimia diganti dengan sejumlah pupuk organik. Dosisnya bisa 1 - 2 kg atau bahkan hingga 30 kg/pokok.
Untuk mendapatkan dosis yang paling tepat dilakukan dengan ujicoba di rumah kaca dan di lapang dalam skala yang cukup luas.

<U>PUPUK KIMIA
Seperti namanya pupuk kimia adalah pupuk yang dibuat secara kimia atau juga sering disebut dengan pupuk buatan. Pupuk kimia bisa dibedakan menjadi pupuk kimia tunggal dan pupuk kimia majemuk. Pupuk kimia tunggal hanya memiliki satu macam hara, sedangkan pupuk kimia majemuk memiliki kandungan hara lengkap. Pupuk kimia yang sering digunakan antara lain Urea dan ZA untuk hara N; pupuk TSP, DSP, dan SP-26 untuk hara P, Kcl atau MOP untuk hara K. Sedangkan pupuk majemuk biasanya dibuat dengan mencampurkan pupuk-pupuk tunggal. Komposisi haranya bermacam-macam, tergantung produsen dan komoditasnya.

<U>PUPUK HAYATI
Nama keren pupuk hayati adalah biofertilizer. Ada yang juga menyebutnya pupuk bio. Apapun namanya pupuk hayati bisa diartikan sebagai pupuk yang hidup. Sebenarnya nama pupuk kurang cocok, karena pupuk hayati tidak mengandung hara. Pupuk hayati tidak mengandung N, P, dan K. Kandungan pupuk hayati adalah mikrooganisme yang memiliki peranan positif bagi tanaman. Kelompok mikroba yang sering digunakan adalah mikroba-mikroba yang menambat N dari udara, mikroba yang malarutkan hara (terutama P dan K), mikroba-mikroba yang merangsang pertumbuhan tanaman.

Kelompok mikroba penambat N sudah dikenal dan digunakan sejak lama. Mikroba penambat N ada yang bersimbiosis dengan tanaman dan ada juga yang bebas (tidak bersimbiosis). Contoh mikroba yang bersimbiosis dengan tanaman antara lain adalah Rhizobium sp Sedangkan contoh mikroba penambat N yang tidak bersimbiosis adalah Azosprillium sp dan Azotobacter sp.

Mikroba pelarut P dilaporkan oleh orang Rusia bernama Pikovskaya pada tahun 1948 yaitu Bacillus megatherium var. phosphaticum, dan mulai digunakan sebagai inokulum pertanian sejak tahun 1950-an Beberapa mikroba yang diketahui dapat melarutkan P dari sumber-sumber yang sukar larut ditemukan baik dari kelompok kapang/fungi seperti Penicillium sp dan Aspergillus sp, atau dari kelompok bakteri seperti Bacillus sp dan Pseudomonas sp.

Mikroba lain yang juga sering digunakan adalah Mikoriza, yang terdiri dari dua kelompok utama yaitu: endomikoriza dan ektomikoriza. Mikoriza bersimbiosis dengan tanaman. Secara mudahnya endomikoriza berarti mikoriza yang ada di dalam dan ektomikoriza adalah mikoriza yang ada di luar. Endomikoriza atau VAM umumnya adalah fungi tingkat rendah sedangkan ektomikoriza adalah jamur tingkat tinggi. Mikroriza memiliki peranan yang cukup komplek. Dia tidak hanya berperan membantu penyerapan hara P, tetapi juga melindungi tanaman dari serangan penyakit dan memberikan nutrisi lain bagi tanaman.

Mikroba yang juga sering digunakan sebagai biofertilizer adalah mikroba perangsang pertumbuhan tanaman. Mikroba dari kelompok bakteri sering disebut dengan Plant Growt Promoting Rhizobacteria (PGPR), namun sekarang juga diketahui bahwa ada juga fungi yang dapat merangsang pertumbuhan tanaman. Bakteri yang diketahui dapat merangsang pertumbuhan tanaman antara lain adalah Pseudomonas sp, Azosprillium sp, Sedangkan fungi yang sudah diketahui adalah Trichoderma sp.

Trend Saat Ini

Pupuk hayati, pupuk organik, dan pupuk kimia adalah jenis pupuk yang tegas perbedaanya. Namun saat ini ada kecenderungan untuk mengkombinasikan jenis-jenis pupuk tersebut. Misalnya ada produk pupuk yang menyebut dirinya pupuk NPK organik. Pupuk ini merupakan pupuk kimia yang dikombinasikan dengan pupuk organik. Ada juga yang menyebut sebagai pupuk bioorganik. Maksudnya adalah kombinasi antara pupuk organik dengan pupuk bio (hayati). Namun masih sedikit atau bahkan tidak ada yang mengkombinasikan pupuk NPK dengan pupuk hayati. Karena umumnya mikroba tidak tahan jika disatukan dengan pupuk kimia dalam konsentrasi tinggi.

Begitu banyak sekali produk-produk pupuk dipasaran. Terserah Anda akan memilih yang mana.Disarankan Anda memilik pupuk hayati atau pupuk organik jika memungkinkan. Karena kedua pupuk ini sejauh ini lebih ramah lingkungan.


=========================================================================
PEMESANAN PUPUK HANTU MULTIGUNA
Format Pemesanan
Nama _____Alamat Lengkap_Kodepos _____NO handphone

whatsapp 0856 5443 9525
BBM 7F9E513C

Cara Membuat HERBISIDA Sederhana dan Praktis

HERBISIDA Sederhana dan Praktis

By Bambang Erbata Kalingga·

Bahan-bahan yang diperlukan : 
1. Bensin 1 liter 
2. Solar 1 liter 
3. Garam 1 kg
 4. Urea 1 kg 
5. Sabun Serbuk 1 kg 
Cara membuat : 
1. Semua bahan-bahan di campur satu persatu, mulai dari bensin dan solar dalam satu wadah. 
2. Pada wadah yang lain kemudian garam dan urea serta sabun serbuk dicampur. 
 3. Wadah satu yang berisi campuran bensin dan solar dicampurkan sedikit demi sedikit sambil terus diaduk-aduk dituangkan pada wadah kedua yang berisi campuran garam, urea dan sabun serbuk. 
4. Pengadukan dilakukan terus-menerus sampai campuran tadi menjadi larutan yang menyatu. 
5. Bahan racun rumput (FiO) Five in One alias GUS Bensol siap digunakan. Simpanlah pada wadah yang aman dan tertutup jauhkan dan hindarkan dari nyala api, karena bahan ini mudah terbakar. 
 Cara Penggunaan : Cara penggunaan sama dengan penggunaan racun rumput lainnya. Yaitu kalau kita ingin menyemprot dengan pompa sprayer berisi 15 liter air campurkan sekitar 50 cc obat racun rumput FiO Gus Bensol ini. Kalau dirasa kurang hebat ditambah sedikit dosisnya juga bisa sampai sekitar 200 cc (atau satu gelas wadah aqua) dalam tangki sprayer 15 liter (ada juga tangki yang 16 sampai 18 liter).
Sekarang ini memang sudah banyak herbisida atau pembunuh rumput dan gulma yang dijual di toko-toko pertanian. Namun ada beberapa merek herbisida yang tidak ramah lingkungan, bahkan bisa berbahaya bagi pengguna jika salah dalam penggunaannya. Penggunaan herbisida secara terus menerus dengan dosis besar dapat menyebabkan terjadinya mutasi genetik pada tumbuhan yang ditanam. Kemudian biaya operasional tambahan yang dikeluarkan untuk membeli herbisida kimia juga sangat membebani petani. Bila lahan tanamnya luas maka herbisida kimia yang digunakan haruslah dalam jumlah yang banyak pula, sedangkan harga herbisida kimia dipasaran cukup mahal. Oleh karena itu Anda bisa menyiasatinya dengan membuat herbisida sendiri dengan mudah dan bisa dilakukan siapa saja. 
Berikut ini adalah cara pembuatannya:
Alat dan Bahan
1. Tangki semprot pertanian 2. 1/2 cup garam (250ml) 3. 1 Galon Cuka (3.7 liter) 4. 1/4 cup sabun cuci piring
Cara Pembuatan
Caranya cukup mudah, campurkan semua bahan ke dalam sebuah wadah agar mudah mencampurnya kemudian aduk secara merata. Setelah larutan tercampur semua Anda bisa menggunakan herbisida tersebut sesuai kebutuhan Anda. Masukkan ke dalam tangki semprot pertanian agar mudah dalam penggunaannya.
Cara pembuatan herbisida seperti ini adalah salah satu resep racikan herbisida yang dapat Anda buat sendiri di rumah. Sekarang Anda tahu ternyata pengendalian gulma jauh lebih mudah dari yang selama ini Anda pikirkan. Sederhana, efektif, mudah, murah dan ramah lingkungan.
 Silahkan dicoba di rumah.
• Air 4 liter • Garam 2 kg • Cuka 80% 2 botol • Belerang 3 ons 
 Cara membuat: Rebus semua bahan kecuali cuka sampai mendidih. Lalu angkat dan tunggu sampai dingin. Setelah dingin campurkan cuka dan di aduk sampai merata. Kemudian disimpan dalam jerigen. Cara pemakaian: 2 gelas herbisida untuk 1 tangki 10-15liter. Setelah 2 hari penyemprotan gulma baru terlihat mulai mati. Jika ingin mengoplos herbisida alami diatas. Bisa dioploskan dengan roundup atau sejenisnya dengan takaran 1 liter roundup 4 liter herbisida diatas.
 Cara pemakaian: 1-2 gelas untuk 11-15 liter. Setelah 1-2 hari penyemprotan gulma baru terlihat mulai mati.
Herbisida Alami pembunuh Gulma resep ini dari Pak Mo di Jalan Sungai Lemo Sedadap Nunukan Selatan. Bahan-bahan: • Garam kotor 1 kg • Pupuk urea 1 kg • Sabuk colek 1 wadah • Bensin 1 Liter • Solar 1 Liter Cara pembuatan: Campur semua bahan lalu aduk jadi satu. Cara pemakaian: 2 gelas untuk 10-15 liter air.
Herbisida Alami pembunuh Gulma 
Bahan-bahan: 
 1. Alkohol......10 ml 
2. Belerang... 5 gram 
3. Garam....... 2 sendok makan 
4. Cuka.......... 20 ml 
Cara Pembuatan: Campur semua bahan menjadi satu, aduk rata hingga berhomogen, kemudian campur dengan 250ml air. Cara Pakai : Semprotkan cairan yang sudah kita buat ke rumput atau tanaman yang tidak berguna. Selamat mencoba
Dari mas jumandiarto
Minyak Bumi Mentah Lebih Mudah dibuat dicampur Tepung Kalsit/gamping dan Sabun Serbuk Sedikit sesusai Takaran akan Lebih aman...

Tips Mengolah sampah jadi emas cair

Sampah merupakan problema manusia modern. Dengan bertambahnya populasi maka limbah yang dihasilkan juga semakin banyak. Jika diera masa lalu setiap rumah memiliki sendiri tempat pembuangan sampahnya. Jika sudah penuh sampah rumah tangga tersebut akan langsung dibakar. Namun sekarang dengan habisnya lahan, maka praktik penanganan sampah swadaya ini tidak bisa lagi dilakukan. Sampah menjadi momok karena dapat mengakibatkan bencana banjir, bahkan menimbulkan penyakit yang mematikan.


Inovasi pembuatan tabung sampah ini mengurangi pemakaian lahan yang semakin sulit di cari terutama di kota besar seperti di Jakarta dan Surabaya. Jika biasanya tabung sampah di rumah adalah merupakan tempat penampungan sementara dari limbah rumah tangga sebelum diangkut oleh petugas kebersihan menuju tempat pembuangan limbah akhir (TPA) seperti Bantar Gebang - Bekasi, maka kini kita dapat memproses sendiri sampah kita menjadi produk yang memiliki nilai ekonomis.

Warisan Leluhur
Pembuatan tempat sampah praktis berupa tabung sampah merupakan bentuk praktis masa kini yang diwarisi dari pengalaman para leluhur, yang mendapati cairan dan ampas yang dihasilkan sampah terfregmentasi alami ternyata mampu meningkatkan kesuburan tanaman.

Cairan yang keluar bernama lindi ternyata merupakan sari sumber makanan bagi tanaman, sedangkan ampasnya berupa kompos dapat memperkaya unsur hara dan oksigen yang dibutuhkan tanaman untuk berfotosintesis.

Jadi manfaat sampah ini sebenarnya sudah dikenal masyarakat petani Indonesia jauh sebelum dikenal pupuk kimia buatan seperti urea. Dan memberikan keuntungan lebih bagi tanah dan tanaman, tanah menjadi lebih ramah terhadap mahluk penyubur tanah seperti cacing dan tanaman dan hasil tanaman seperti buah menjadi bebas dari racun kimia yang berupa residu (sisa) pupuk dan obat kimia. Negara maju pun sudah kembali mempercayakan pada cacing dan pupuk organik untuk mempersubur lahan pertanian mereka.

Perhatian: Bentuk tabung dan konstruksi didalamnya bukan merupakan hasil karya perorangan dan tidak memiliki royalti yang dapat mempersulit Anda dalam membangun dan memperbanyak untuk kepentingan pribadi atau pun komersial. Ini terbukti banyak design dan konstruksi yang bisa Anda akses di internet silahkan gunakan Google. Design tidak mengikat jika Anda berhasil menemukan konstruksi yang lebih praktis dan mudah dibuat maka disarankan untuk berbagi seperti saya.

Konstruksi tabung penghasil pupuk cair organik
Dibutuhkan tabung plastik sebagai wadah penampung sampah, diusahakan agar menggunakan tutup karena alasan estetika. Sampah terbuka kurang sedap dipandang mata. 

Tabung terbagi menjadi dua bagian, Tigaperempat bagian atas tabung merupakan tempat penyimpanan limbah organik. Seperempat dibawahnya tempat penampungan lindi (pupuk cair yang akan dihasilkan). Jangan lupa beri lubang di bawah penyekat sebagai sirkulasi udara. Paling bawah tabung diberi selang sebagai jalan keluar lindi saat panen.

Tiang Utama ditengah tabung dibuat dari pipa pralon ukuran agak besar. Tidak ada ukuran standard silahkan bereksperimen sesuai bahan yang tersedia disekitar Anda. Lubangi Pipa utama ini sebagai jalan sirkulasi gas metan yang dihasilkan sampah selama proses fregmentasi. Juga sebagai jalan lindi untuk mengalir ke dasar tabung. Pipa utama kedudukannya diperkuat dengan pipa pralon berukuran lebih kecil, di atas dan dibawah. Pralon atas cukup melintang 1 batang menembus pipa utama - Ini semata agar pipa utama tidak jatuh dan tetap berada ditengah. Sedangkan yang dibawah terdiri dari 2 batang pralon yang saling bersilang menguatkan sekaligus sebagai penyangga  penyekat.  

Penyekat sebaiknya dibuat dari bahan yang tahan korosif dan cukup kuat karena harus menahan beban tumpukan sampah didalam tabung.

Prospek
Pupuk organik cair yang dihasilkan terbukti mempercepat proses tumbuh tanaman, sekaligus memperbesar buah yang dihasilkan tanaman. Ini bisa dikemas dalam botol kemasan 100ml untuk dipasarkan dikomunitas pencinta tanaman dan bunga.

Ampas sampah dalam tabung bisa dipanen sebagai kompos kering, atau media tanam pada tanaman seperti anggrek. Dijual dalam kemasan tembus pandang akan meningkatkan kepercayaan konsumen.

Selamat berkarya!
Gambar 2. View dari samping 



Gambar 1. Vieew dari atas

Jumat, 11 Maret 2016

Cara Menanam Tomat Hidroponik Secara Sederhana

Cara menanam tomat hidroponik sederhana kali ini akan saya jabarkan secara ringkas mengenai cara menanam tomat hidroponik karena caranya hampir sama dengan cara mananam cabe hidroponik.
Tomat merupakan tanaman buah yang sangat berguna untuk kita. Buah tomat mengandung banyak sekali vitamin C. Buah ini sangat dibutuhkan olah para ibu rumah tangga untuk bahan bumbu pelengkap masakan di rumah yang akan dihidangkan untuk keluarga. Selain itu buah tomat juga bisa dijadikan jus yang sangat menyegarkan dalam melepas dahaga kita. Tidak jarang harga buah tomat melambung tinggi dan turun drastis. Maka dari itu mari menanam buah tomat hidroponik di pekarangan kita. by Heru Nugroho·


Pertama-tama siapkan dulu bibit tomat yang baik. Anda bisa membuat sendiri bibitnya di cara persemaian dan pembibitan tomat. Yang perlu anda ingat adalah pemilihan biji yang baik, dan perawatan dari biji sampai tumbuh daun.
Langkah kedua adalah menyiapkan media tanam. Busa (Foam Floral), atau sekam hitam dan arang, pot kecil, wadah larutan nutrisi, dan larutan nutrisi beserta sumbu.
Setelah semua media tanam tersedia, masukkan foam/busa ke dalam pot yang akan menjadi tempat penanaman bibit. Sebelumnya jangan lupa untuk melubangi pot tersebut dan pasang sumbunya di lubang tersebut sebagai media serapan nutrisi.


Pindahkan bibit unggul ke pot tersebut. Hati-hati saat memindah bibit ini. Pastikan jangan sampai ada bagian yang patah, akar maupun daunnya. Rendam terlebihdahulu pada bagian akarnya agar bersih. Jepit/ tancapkan pada busa lalu tanamkan pada pot. Pastikan busa dan sumbu terhubung.
Isi wadah besar dengan larutan nutrisi dan tumpangkan pot ke atas wadah tersebut. Agar anda tidak bingung, lihatlah gambar yang saya sediakan.


Cara pemeliharaannya adalah dengan melakukan pengecekan terhadap larutan nutrisi dan periksa hama yang biasanya menempel pada daun. Buanglah daun yang busuk dan jangan sampai ada serangga atau ulat yang menempel pada pohon.


Sekian cara menananm tomat hidroponik sederhana dari saya, semoga dapat membantu.

Proses Pembuatan Komposter | cara membuat pupuk organik cair

menghasilkan Pupuk Organik Cair sendiri, diawali dengan membuat komposter sendiri.





Material

  1. Dibuat dari drum plastik, bisa diperoleh di lapak Madura. Kisaran harga antara 50 ~ 100rb. Harga bervariatif tergantung jenis dan kondisi drum itu sendiri, dan faktor lain. 
  2. Pipa Pralon 1 1/2 inci sebagai tiang utama, panjanngnya tergantung tinggi drum;
  3. Pipa pralon 1/2 inci sebagai penyangga penyekat dan tang utama. Panjangnya kurang lebih 3 kali lebar drum plastik;
  4. Lembaran polycarbonat sebagai penyekat. Lembaran dipotong bulat mengikuti ukuran diameter drum. Bisa digunakan bahan plastik lain, selama bisa masuk ke dalam drum dan tahan terhadap lindi yang lumayan korosif terhadap logam;
Berikut konstruksinya:




Nah, karena bahan-bahan diatas cukup menguras kantong yang super tipis, apa boleh buat harus sedikit berimprovisasi. Di gunakan bahan seadanya disekitar. Mungkin Anda tidak percaya apa yang bisa temukan dari dalam dan luar rumah , karena ternyata semua bahan sudah tersedia. Dari hasil bongkar-bongkar seisi rumah ditemukan bahan:
  1. Ember plastik bekas cat tembok volume 23 kg. Awalnya tersimpan rapi diberanda depan, dapat digunakan sebagai pengganti drum plastik;
  2. Pipa Pralon masing-masing 1 1/2" , dan sedikit pralon berukuran 1/4"; Sebagai penyangga pipa 1/4"  pikir cukup kuat menahan beban berat sampah nantinya;
  3. Sedikit polycarbonat. Potongan ini ditemukan terjepit dekat pagar rumah. Rupanya sisa sewaktu memasang atap beranda. Awalnya  ingin memakai sisa fiber penutup pagar yang masih cukup banyak di rumah. Namun butuh pipa pralon 1/4" sebagai penyangga yang cukup banyak karena sifat bahan fiber yang relatif lentur.
Selanjutnya proses pembuatan

  • Di memulai dengan memotong pipa 1 1/2" sebagai tiang utama konstruksi. Tingginya menyesuaikan dengan kedalaman wadah plastik. Selanjutnya proses membolongi permukaan pipa. tujuannya sebagai saluran gas metan yang akan dihasilkan selama proses fermentasi sampah, juga bisa berfungsi sebagai jalan keluar lindi dari tengah sampah. Awalnya pipa dibolongi dengan bor tangan tapi pekerjaan ini lumayan susah dikerjakan sendiri. Akhirnya gunakan solder listrik, proses membolongi pun berlangsung lancar jaya.
  • Dilanjutkan dengan membuat pipa penyangga atas, panjangnya menyesuaikan lebar wadah. Posisi diatur agar tidak menganggu penutup wadah. Wadah dibolongi menembus pipa utama; kemudian membuat penyangga bawah. pembuatannya menyilang terhadap pipa penyangga atas. Proses ini mudah, cuma diperlukan perhitungan agar posisi lubang di dinding wadah sejajar dengan lubang pada pipa utama.
  • Penyekat yang terbuat dari polycarbonat dibentuk melingkar menyesuaikan diameter wadah bagian bawah. Jangan lupa permukaan penyekat dilubangi cukup banyak agar lindi mudah mengalir ke tempat penampungan di bawah.
Maka hasilnya adalah seperti ini:



Setelah siap dibersihkan permukaan dalam komposter dengan air bersih tujuannya agar bersih dari sisa plastik dan logam yang mungkin tertinggal didalam wadah selama proses pembuatan. komposter pun dikeringkan dengan cara dibalik untuk dipergunakan esok hari.

Komposter ini belum diujicoba untuk menghasilkan lindi / pupuk organik cair seperti tujuan utama pembuatan komposter ini; Volume sampah yang dapat ditampung juga jauh lebih sedikit bila dibanding komposter aselinya. Namun seperti kata orang, tak ada rotan akar pun jadi. Malamnya dilanjutkan dengan pembuatan bio aktifator sebagai akselerator proses fermentasi limbah mengeluarkan lindi.

Cara Mudah Ciptakan Rumah Asri

Tips Cara Ciptakan Rumah Asri
Cara Mudah Ciptakan Rumah Asri
Rumah yang asri tidak hanya menciptakan suasana tenang dan sejuk tetapi juga membawa manfaat bagi kesehatan anggota keluarga. Tanaman teduh yang berada di sekitar rumah tidak hanya membawa keindahan tapi juga memiliki banyak manfaat.
 
Beberapa tanaman yang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan yang dapat Anda pilih misalnya, palem bambu dan lidah buaya yang mampu menyerap polutan dalam udara. Tanaman lainnya adalah bambu Jepang yang dapat meredam kebisingan serta sereh dan lavender yang dapat mengusir serangga. Aktivitas bertanam pohon juga dapat menjadi media pembelajaran bagi anak akan pentingnya menjaga dan mencintai alam. Mewujudkan rumah asri dan teduh di tengah keseharian yang penuh dengan kesibukan tidaklah mudah. Namun demikian, semua itu bisa diatasi dengan beberapa tips berikut ini:
 
Pilih Tanaman Minim Perawatan
Tanaman palem merah, palem botol, kamboja Singapura atau tanaman perdu adalah jenis tanaman yang dapat dipilih bagi mereka yang memiliki aktivitas harian padat. Jenis tanaman tersebut cocok bagi pekerja kantoran yang sibuk dan tidak memiliki banyak waktu untuk berkebun. Selain tahan lama, jenis tanaman ini juga dapat memperindah halaman rumah.
 
Memanfaatkan Aplikasi Berkebun
Tidak perlu khawatir bila merasa minim pengetahuan atau pengalaman dalam berkebun. Ada beberapa aplikasi berkerbun yang dapat dimanfaatkan. Aplikasi-aplikasi ini cukup mudah diunduh dengan beragam perangkat smartphone,
 
Pilih Pot Ukuran Besar
Dengan pot berukuran besar, tanaman tidak hanya memiliki ruang untuk bertumbuh tetapi juga tidak merepotkan pemiliknya untuk rutin memindahkan tanaman ke wadah yang lebih besar.
 
Membawa Tanaman ke dalam Rumah
Membawa tanaman dalam skala kecil ke dalam rumah dapat menjadi pengingat untuk merawat semua tanaman di rumah, baik yang berada di dalam ataupun di luar rumah. Letakkan tanaman tersebut di tengah meja makan atau di ruang keluarga. 
 
Jasa Tukang Kebun
Anda dapat memanfaatkan layanan jasa merawat tanaman bulanan atau mingguan. Ini akan membuat tanaman selalu terawat, namun tidak memberikan beban banyak dalam pengeluaran rumah tangga.

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Hot Sonakshi Sinha, Car Price in India