PUPUK HANTU MULTIGUNA PUPUK HANTU MULTIGUNA

Rabu, 20 Juli 2016

bisnis online capai satu dolar sehari

Bisnis online satu dolar sehari
Bisnis online satu dolar sehari


Bisnis online satu dolar sehari “Pemasaran tanpa DATA seperti berkendara dengan mata tertutup.”


Dan saya tentu setuju. Sebab memang seperti itulah yang terjadi. capai satu dolar sehari Tanpa data, kita hanya dapat meraba-raba dan mengandalkan feeling dan selera personal yang belum tentu tepat.
Faktanya, “data” telah digunakan secara luas sebagai acuan bagi tak hanya banyak bisnis besar dan pemasaran hebat, malainkan juga untuk beragam kajian ilmiah, non-ilmiah, hingga pilkada :v
Well, let’s talk about it!
Ide bisnis online satu dolar sehari sejatinya dapat datang darimana saja, dari nongkrong di WC hingga nongkrong di cafe, dari merenung sendirian hingga hasil ngobrol ngalor-ngidul dengan orang di sekitar.
Tetapi, sekali lagi, tak semua ide semoncer yang kita pikir dan bayangkan. Tak semuanya tepat. Kebanyakan justru kurang masuk akal :v
Untuk itulah kita membutuhkan “data” sebagai acuan sebelum memutuskan untuk mengeksekusi sebuah ide satu dolar sehari.
Secara prinsip, data itu sederhana. Jika saat ini bisnis Anda menggunakan pola ATM (amati, tiru, modifikasi) atau ATP (amati, tiru plek), maka sebetulnya Anda sudah memanfaatkan data.
Diibaratkan berkendara, Anda tentu sudah tidak lagi berjalan dengan mata tertutup. Sebab apa “jalan” bagi orang lain diatas kertas juga seharusnya “jalan” bagi Anda.
Bayangkan suatu hari Anda berkunjung ke kota tetangga, kemudian masuk di sebuah restoran yang ramainya luar biasa yang belum ada di tempat Anda. Maka, membuka restoran tersebut di kota Anda yang Anda duga memiliki karakteristik masyarakat yang sama, boleh jadi adalah jalan yang tepat dan alamat keberhasilan.
Boleh jadi ...
Tetapi itu saja belum cukup. Sebagai pebisnis, kita perlu meminimalisir sebanyak mungkin risiko. Dan untuk dapat melakukannya, kita membutuhkan lebih banyak lagi data.
Semakin terang datanya, semakin terang lampu kendaraan kita. Semakin mudahlah ia melewati jejalan pada malam tanpa cahaya :v
Beruntung sebagai pe bisnis online, kita dapat mencari atau mendapatkan data yang jauh lebih mudah dan jauh lebih empiris ketimbang dunia offline yang terkadang butuh tenaga dan waktu ekstra atau lembaga survey terpercaya.
Maka lupakan urusan restoran diatas, mari melompat ke persoalan data yang ada di habitat kita : internet.
Setidaknya ada 2 jenis data bisnis online yang bisa dimanfaatkan oleh para internet marketer. Sebut saja namanya data A dan data B.
- Data A : data yang sudah ada dan tersedia untuk digunakan, dianalisa dan dimanfaatkan lebih jauh oleh para pebisnis online. Data ini diperoleh dari sumber-sumber terpercaya yang hampir seluruhnya bersifat gratis.
- Data B : data yang dicari dari diperoleh dari hasil test. Istilah “bakar duit” untuk “beli data” menggambarkan karakteristik dari data B.
Supaya lebih jelas, mari kita bahas satu per satu.
Platform online tanpa kolom search seperti makan pempek ga pake cuko, terasa kurang gimana gitu :v
Tengok saja berbagai platform, dari mulai search engine, social media, forum, e-commerce sites hingga blog, hampir semuanya menyediakan kolom pencarian (search) bagi user untuk mencari yang diinginkannya.
Tentu saja orang melakukannya dengan memasukkan text berupa kata-kunci atau keywords.
Dan itu adalah aktivitas online yang paling banyak dilakukan di muka Bumi. Sebab jika tidak, Google tidak akan menjadi situs nomor 1 di dunia selama bertahun-tahun.
Kabar baiknya, pencarian-pencarian tersebut dicatat dengan sangat rapi oleh Google (dan banyak third party lainnya) menjadi data yang dapat diambil, dibaca dan dimanfaatkan bahkan secara gratis!


Sebagai pelaku bisnis online yang mengelola cukup banyak website, saya menggunakan Google Keyword Planner (GPK) secara rutin untuk mencari keywords yang akan diubah menjadi konten dan dioptimasi secara organic atau via paid ads.
  • Keywords dengan volume pencarian : demand
  • Optimized content based on keywords : supply
Setiap kali ada ide atau masukkan, setiap kali itu pula saya selalu melakukan research menggunakan GKP untuk mengetahui setidaknya 3 hal sebelum melanjutkan pekerjaan lain : (1) apakah ada demand, (2) seberapa besar dan (3) bagaimana trendnya.
Tentu saja setiap keyword nantinya dapat dihubungkan secara langsung maupun tidak langsung dengan produk, jasa atau penawaran yang ingin “dijual".
Selain GKP, kita juga dapat menggunakan banyak sekali sumber dan tools data lain yang tersedia.
Berikut beberapa catatannya :
- Google trends - digunakan untuk menemukan trend pencarian dan hot products. Ada banyak keywords yang belum ditampilkan di GKP yang terdapat di Google Trends. Memanfaatkan Google Trends dapat membantu kita mencuri start dan menjaga momentum.
- Marketplace & e-commerce - untuk produk fisik, kita dapat memanfaatkan marketplace atau situs e-commerce. Data yang bisa diperoleh adalah tingkat kelakukan, range harga dan level persaingan. Manfaatkan berbagai situs berikut untuk memperoleh data yang dibutuhkan : Amazon, Ebay, Lazada, Tokopedia, Bukalapak, dll. Cari tahu, apakah produk yang sedang atau akan kita jual itu laku atau tidak.
- Social media - gali sebanyaknya data dari Facebook, Youtube, Instagram, Pinterest dan lain sebagainya sebelum membuat marketing plan.
- dan 1001 sumber lainnya.
Intinya, semakin banyak data, semakin terang-benderang, semakin minimal risiko kegagalan.
By the way, meski demikian ...
Bukan pula hal yang mustahil untuk mewujudkan ide yang tidak didukung oleh data. Saya tidak pernah mengatakannya.
Faktanya “thinking outside the box” kerap berjalan hanya berdasarkan inovasi, keyakinan dan persistensi (persistence = ngotot).
Hanya saja, untuk menjalankannya kita membutuhkan lebih banyak effort. Baik itu waktu, tenaga dan uang. Ingat, edukasi itu sulit, merubah mindset satu dolar sehari itu mahal.

Hama pada lele


Hama pada lele
Hama pada lele adalah binatang tingkat tinggi yang langsung mengganggu kehidupan lele. Di alam bebas dan di kolam terbuka, hama yang sering menyerang lele antara lain berang-berang, ular, katak, burung, serangga, musang air, ikan gabus dan belut.Di pekarangan, terutama yang ada di perkotaan, hama yang sering menyerang hanya katak dan kucing. Pemeliharaan lele secara intensif tidak banyak diserang hama.
Penyakit parasit adalah penyakit yang disebabkan oleh organisme tingkat rendah seperti virus, bakteri, jamur, dan protozoa yang berukuran kecil.
Jenis hama/penyakit
1. Penyakit karena bakteri Aeromonas hydrophilla dan Pseudomonas hydrophylla
Bentuk bakteri ini seperti batang dengan cambuk yang terletak di ujung batang, dan cambuk ini digunakan untuk bergerak. Ukurannya 0,7-0,8 x 1-1,5 mikron.
Gejala: lele yang terkena bakteri ini: warna tubuh menjadi gelap, kulit kesat dan timbul pendarahan. Lele bernafas megap-megap di permukaan air.
Pencegahan: lingkungan harus tetap bersih, termasuk kualitas air harus baik.
Pengobatan: melalui makanan antara lain pakan dicampur Terramycine dengan dosis 50 mg/kg ikan/hari, diberikan selama 7-10 hari berturut-turut atau dengan Sulphonamid sebanyak 100 mg/kg ikan/hari selama 3-4 hari.
2. Penyakit tuberculosis yang disebabkan bakteri Mycobacterium fortoitum
Gejalanya: tubuh ikan berwarna gelap, perut bengkak (karena tubercle/bintil-bintil pada hati, ginjal, dan limpa). Posisi berdiri di permukaan air, berputar-putar atau miring-miring, bintik putih di sekitar mulut dan sirip.
Pengendalian: memperbaiki kualitas air dan lingkungan kolam.
Pengobatan: dengan Terramycin dicampur dengan makanan 5-7,5 gram/100 kg ikan/hari selama 5-15 hari.
3. Penyakit karena jamur/candawan Saprolegnia.
Penyebab: jamur ini tumbuh menjadi saprofit pada jaringan tubuh yang mati atau ikan yang kondisinya lemah.
Gejala: ikan ditumbuhi sekumpulan benang halus seperti kapas, pada daerah luka atau ikan yang sudah lemah, menyerang daerah kepala tutup insang, sirip, dan tubuh lainnya. Penyerangan pada telur, maka telur tersebut diliputi benang seperti kapas.
Pengendalian: benih gelondongan dan ikan dewasa direndam pada Malachyte Green Oxalate 2,5-3 ppm selama 30 menit dan telur direndam Malachyte Green Oxalate 0,1-0,2 ppm selama 1 jam atau 5-10 ppm selama 15 menit.
4. Penyakit bintik putih dan gatal (Trichodiniasis)
Penyebab: parasit dari golongan Ciliata, bentuknya bulat, kadang-kadang amuboid, mempunyai inti berbentuk tapal kuda, disebut Ichthyophthirius multifilis.
Gejala:
(1) ikan yang diserang sangat lemah dan selalu timbul di permukaan air;
(2) terdapat bintik-bintik berwarna putih pada kulit, sirip dan insang;
(3) ikan sering menggosok-gosokkan tubuh pada dasar atau dinding kolam.
Pengendalian: air harus dijaga kualitas dan kuantitasnya.
Pengobatan: dengan cara perendaman ikan yang terkena infeksi pada campuran larutan formalin 25 cc/m3 dengan larutan Malachyte Green Oxalate 0,1 gram/m3 selama 12-24 jam, kemudian ikan diberi air yang segar. Pengobatan diulang setelah 3 hari
5. Penyakit cacing Trematoda
Penyebab: cacing kecil Gyrodactylus dan Dactylogyrus. Cacing Dactylogyrus menyerang insang, sedangkan cacing Gyrodactylus menyerang kulit dan sirip.
Gejala: insang yang dirusak menjadi luka-luka, kemudian timbul pendarahan yang akibatnya pernafasan terganggu.
Pengendalian:
(1) direndam formalin 250 cc/m3 air selama 15 menit;
(2) Methyline Blue 3 ppm selama 24 jam;
(3) menyelupkan tubuh ikan ke dalam larutan Kalium Permanganat (KMnO4) 0,01% selama ±30 menit;
(4) memakai larutan NaCl 2% selama ± 30 menit;
(5) dapat juga memakai larutan NH4OH 0,5% selama ±10 menit.
6. Parasit Hirudinae
Penyebab: lintah Hirudinae, cacing berwarna merah kecoklatan.
Gejala: pertumbuhannya lambat, karena darah terhisap oleh parasit, sehingga menyebabkan anemia/kurang darah.
Pengendalian: selalu diamati pada saat mengurangi padat tebar dan dengan larutan Diterex 0,5 ppm.
Apabila lele menunjukkan tanda-tanda sakit, harus dikontrol faktor penyebabnya, kemudian kondisi tersebut harus segera diubah, misalnya :
1. Bila suhu terlalu tinggi, kolam diberi peneduh sementara dan air diganti dengan yang suhunya lebih dingin.
2. Bila pH terlalu rendah, diberi larutan kapur 10 gram/100 l air.
3. Bila kandungan gas-gas beracun (H2S, CO2), maka air harus segera diganti.
4. Bila makanan kurang, harus ditambah dosis makanannya.

===========================================================================
Budidaya Lele Sangkuriang, Pasti Untung
Dinas Perikanan Jabar secara bertahap terus mengembangkan budidaya lele dumbo jenis Sangkuriang. Bantuan bibit Lele Sangkuriang diberikan kepada kelompok tani, dengan target memberdayakan ekonomi masyarakat. Seperti terlihat di gambar, budidaya lele oleh Kelompok Tani-Tambak Lele Mitra Lestari di Kampung Karangsinom, Desa Karanganyar, Kec.Kandanghaur, Kab Indramayu. Dengan 20 petak kolam sekitar (memanfaatkan lahan tidur tanah Pertamina), bisa dipanen 6 ton/minggu. Dalam sebulan petani bisa untung Rp 24 juta. Para petani menjual sekitar Rp 2.500/kilogram ke pedagang yang datang langsung dari Jakarta. Sementara di pasar Jakarta, Lele Sangkuriang dijual sekitar Rp 12 ribu/kg. Jika difasilitasi koperasi, keuntungan petani bisa lebih besar karena bisa memutus rantai distribusi/pedagang. Ayo kita manfaatkan lahan tidur dengan budidaya lele!


 


Pesan Pupuk Hantu DISINI >>> PUPUK HANTU ORIGINAL

Budidaya ternak dan bibit lele sangkuriang

Ikan lele merupakan salah satu jenis ikan air Tawar yang sudah dibudidayakan secara komersial oleh masyarakat Indonesia terutama di Pulau Jawa. Budidaya lele berkembang pesat dikarenakan 1) dapat dibudidayakan di lahan dan sumber air yang terbatas dengan padat tebar tinggi, 2) teknologi budidaya relatif mudah dikuasai oleh masyarakat, 3) pemasarannya relatif mudah dan 4) modal usaha yang dibutuhkan relatif rendah.

     Pengembangan usaha budidaya ikan lele semakin meningkat setelah masuknya jenis ikan lele dumbo ke Indonesia pada tahun 1985. Keunggulan lele dumbo dibanding lele lokal antara lain tumbuh lebih cepat, jumlah telur lebih banyak dan lebih tahan terhadap penyakit.
     Namun demikian perkembangan budidaya yang pesat tanpa didukung pengelolaan induk yang baik menyebabkan lele dumbo mengalami penurunan kualitas. Hal ini karena adanya perkawinan sekerabat (inbreeding), seleksi induk yang salah atas penggunaan induk yang berkualitas rendah. Penurunan kualitas ini dapat diamati dari karakter umum pertama matang gonad, derajat penetasan telur, pertumbuhan harian, daya tahan terhadap penyakit dan nilai FCR (Feeding Conversion Rate).
     Sebagai upaya perbaikan mutu ikan lele dumbo BBAT Sukabumi telah berhasil melakukan rekayasa genetik untuk menghasilkan lele dumbo strain baru yang diberi nama lele “Sangkuriang”.

     Seperti halnya sifat biologi lele dumbo terdahulu, lele Sangkuriang tergolong omnivora. Di alam ataupun lingkungan budidaya, ia dapat memanfaatkan plankton, cacing, insekta, udang-udang kecil dan mollusca sebagai makanannya. Untuk usaha budidaya, penggunaan pakan komersil (pellet) sangat dianjurkan karena berpengaruh besar terhadap peningkatan efisiensi dan produktivitas.
     Tujuan pembuatan Petunjuk Teknis ini adalah untuk memberikan cara dan teknik pemeliharaan ikan lele dumbo strain Sangkuriang yang dilakukan dalam rangka peningkatan produksi Perikanan untuk meningkatkan ketersediaan protein hewani dan tingkat konsumsi ikan bagi masyarakat Indonesia.
     Berdasarkan keunggulan lele dumbo hasil perbaikan mutu dan sediaan induk yang ada di BBAT Sukabumi, maka lele dumbo tersebut layak untuk dijadikan induk dasar yaitu induk yang dilepas oleh Menteri Kelautan dan Perikanan dan telah dilakukan diseminasi kepada instansi/pembudidaya yang memerlukan. Induk lele dumbo hasil perbaikan ini, diberi nama “Lele Sangkuriang”. Induk lele Sangkuriang merupakan hasil perbaikan genetik melalui cara silang balik antara induk betina generasi kedua (F2) dengan induk jantan generasi keenam (F6). Induk betina F2 merupakan koleksi yang ada di Balai Budidaya Air Tawar Sukabumi yang berasal dari keturunan kedua lele dumbo yang diintroduksi ke Indonesia tahun 1985. Sedangkan induk jantan F6 merupakan sediaan induk yang ada di Balai Budidaya Air Tawar Sukabumi. Induk dasar yang didiseminasikan dihasilkan dari silang balik tahap kedua antara induk betina generasi kedua (F2) dengan induk jantan hasil silang balik tahap pertama (F6).
Kebutuhan ikan lele yang semakin meningkat setiap tahunnya merupakan salah satu potensi menguntungkan peternak lele. Khususnya, sekarang sudah ditemukan bibit unggul lele generasi baru yang dikembangkan dari generasi lele Dumbo yaitu lele Sangkuriang. Beberapa kunggulan dari lele Sangkuriang antara lain tumbuh lebih cepat, jumlah telur lebih banyak dan lebih tahan terhadap penyakit. Namun, pengembangan budidaya lele Sangkuriang sebagai sarana potensial untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga belum dapat dimaksimalkan oleh para peternak lele. Tidak hanya itu, kebutuhan pasar akan ikan lele sebagai lauk pauk harian masyarakat masih sangat terbuka lebar, khususnya untuk kebutuhan lokal yang masih sangat luas.

Pengembangan budidaya lele Sangkuriang sebagai benih unggulan masih memerlukan suatu pengenalan pengetahuan kepada para peternak, karena beberapa pengalaman yang sudah dilakukan  peternal lele sebelumnya banyak yang mengalami kerugian. Beberapa faktor dari kegagalan para peternak sebelumnya adalah:
1) kurangnya pengetahuan yang pasti tentang tata cara pengelolaan budadidaya ikan lele secara  benar dan menghasilkan.

 2) masih banyak ketergantungan pada pakan komersil yang harus dibeli dengan biaya tinggi.

3) kurangnya pengetahuan tentang pengelolaan pakan yang murah dan tepat guna, untuk meningkatkan nilai lebih keuntungan produksi.

4) pengaruh cuaca yang masih kurang bisa disiasati secara tepat dalam mengambil terapi terhadap ikan agar melakukan adaptasi yang benar.

5) kedisiplinan peternak yang masih kurang kompak untuk melakukan pengelolaan secara bersama.

Oleh karena itu, perlu suatu inisiasi yang lebih kreatif untuk mengembangkan budiadaya lele Sangkuriang yang mudah, murah, dan menguntungkan bagi peternak sehingga kebutuhan pasar dapat terpenuhi secara berkelanjutan.

Potensi peternakan ikan lele juga diharapkan dapat memberikan nilai lebih terhadap lahan  peternak di wilayah pedesaan yang selama ini hampir terabaikan dan banyak ditinggalkan oleh generasi muda pedesaan.


Budidaya Lele Sangkuriang, Pasti Untung
Dinas Perikanan Jabar secara bertahap terus mengembangkan budidaya lele dumbo jenis Sangkuriang. Bantuan bibit Lele Sangkuriang diberikan kepada kelompok tani, dengan target memberdayakan ekonomi masyarakat. Seperti terlihat di gambar, budidaya lele oleh Kelompok Tani-Tambak Lele Mitra Lestari di Kampung Karangsinom, Desa Karanganyar, Kec.Kandanghaur, Kab Indramayu. Dengan 20 petak kolam sekitar (memanfaatkan lahan tidur tanah Pertamina), bisa dipanen 6 ton/minggu. Dalam sebulan petani bisa untung Rp 24 juta. Para petani menjual sekitar Rp 2.500/kilogram ke pedagang yang datang langsung dari Jakarta. Sementara di pasar Jakarta, Lele Sangkuriang dijual sekitar Rp 12 ribu/kg. Jika difasilitasi koperasi, keuntungan petani bisa lebih besar karena bisa memutus rantai distribusi/pedagang. Ayo kita manfaatkan lahan tidur dengan budidaya lele!
Budidaya Lele Sangkuriang, Pasti Untung



Hama dan Penyakit pada Lele


Dalam budidaya apapun tentu saja selalu berurusan dengan musuh bersama yaitu hama dan penyakit, tapi justru ini yang membuat kita sebagai seorang pembudidaya or pelaku usaha, atau apapun menjadi cerdas, pintar pokoke ada sesuatu yang bermanfaat dari berbagai hambatan tersebut, justru kta patut bingung kl nga ada hambatan, artinya semua manusia pasti bias, jadi kl begitu nga ada terjadi jual-beli karena smua mudah dilakukan.. ini yang aneh.. ya khan.

Dalam budidaya lele sangkuriang, bagi smua pembudidaya salah satu masalah yang sering dihadapi adalah serangan hama dan penyakit, berbagai keluhan menghadapi persoalan ini, tidak perlu panic karena setiap persoalan tentu ada jalan keluarnya. Hama dan penyakit yang sering menyerang lele sangkuriang.

Beberapa hama diantaranya :
  1. Kelelawar
  2. Ucrit
  3. Kodok
  4. Ular
  5. Belut

Beberapa penyakit diantaranya :
  1. Radang kulit
  2. Radang insang
  3. Perut kembung
  4. Radang usus
Ayo Beternak Lele Sangkuriang, Miliki Panduan Rahasia Suksesnya >> KLIK 2x DISINI

Terbukti 
Dinas Perikanan Jabar secara bertahap terus mengembangkan budidaya lele dumbo jenis Sangkuriang. Bantuan bibit Lele Sangkuriang diberikan kepada kelompok tani, dengan target memberdayakan ekonomi masyarakat. Seperti terlihat di gambar, budidaya lele oleh Kelompok Tani-Tambak Lele Mitra Lestari di Kampung Karangsinom, Desa Karanganyar, Kec.Kandanghaur, Kab Indramayu. Dengan 20 petak kolam sekitar (memanfaatkan lahan tidur tanah Pertamina), bisa dipanen 6 ton/minggu. Dalam sebulan petani bisa untung Rp 24 juta. Para petani menjual sekitar Rp 2.500/kilogram ke pedagang yang datang langsung dari Jakarta. Sementara di pasar Jakarta, Lele Sangkuriang dijual sekitar Rp 12 ribu/kg. Jika difasilitasi koperasi, keuntungan petani bisa lebih besar karena bisa memutus rantai distribusi/pedagang. Ayo kita manfaatkan lahan tidur dengan budidaya lele!

Ikan Lele Sangkuriang Ciri ciri, keungulan dan Peluang Rahasia Panduan Budidaya
Ikan Lele Sangkuriang Ciri ciri, keungulan dan Peluang Rahasia Panduan Budidaya
 Ayo Beternak Lele Sangkuriang, Miliki Panduan Rahasia Suksesnya >> KLIK 2x DISINI

Ikan Lele Sangkuriang Ciri ciri, keungulan dan Peluang Rahasia Panduan Budidaya

Lele Sangkuriang, lele jenis baru ini berhasil merebut perhatian masyarakat, pasalnya lele jenis baru ini memiliki berbagai keunggulan dibanding dengan lele dumbo biasa, diantaranya: masa panen lebih cepat, lebih tahan penyakit, teknik pemeliharaan sederhana, kualitas daging lele sangkuriang lebih padat, kering, tidak bau amis, dan tentu saja lebih gurih, apalagi dikelola secara organik menyebabkan lele sangkuriang organik ini kini kian diburu oleh penikmat makanan lele.
 
Ciri-ciri Lele Sangkuriang

Lele sangkuriang memiliki ciri-ciri diantaranya adalah :
Penampilan tubuh
  • Lele sangkuriang memiliki kulit yang licin dan berlendir, tidak memiliki sisik sama sekali.
  • Lele sangkuriang memiliki kepala yang panjang dibandingkan lele dumbo.
  • Berwarna hitam, hitam keunguan, atau hitam kehijauan pada bagian punggung, dan putih kekuningan pada bagian perut, bagian samping totol-totol.
  • Memiliki tubuh yang lebih panjang dari lele dumbo pada usia yang sama.
keunggulan lele sangkuriang
Lele Sangkuriang, lele jenis baru ini berhasil merebut perhatian masyarakat, pasalnya lele jenis baru ini memiliki berbagai keunggulan dibanding dengan lele dumbo biasa, diantaranya: masa panen lebih cepat, lebih tahan penyakit, teknik pemeliharaan sederhana, kualitas daging lele sangkuriang lebih padat, kering, tidak bau amis, dan tentu saja lebih gurih, apalagi dikelola secara organik menyebabkan lele sangkuriang organik ini kini kian diburu oleh penikmat makanan lele.
Aneka Ragam Olahan Lele Sangkuriang
Berbagai peluang usaha yang dapat dilakukan dari budidaya lele sangkuriang, tidak terbatas hanya pada pembenihan dan pembesaran saja, produk turunan dari hasil budidaya ini begitu banyak yang dapat diolah, tinggal kita saja yang menentukan jenis usaha yang akan dijalankan, aneka ragam bentuk olahan dari lele sangkuriang, tentu saja ini merupakan prospek yang baik untuk dilakukan.

Aneka ragam itu diantaranya :
  1. Kerupuk lele
  2. Nugget lele
  3. Fillet lele
  4. Abon lele
  5. Steak ikan lele
  6. Dan masih banyak lagi.

PROSPEK bisnis dari lele sangkuriang ini, tentu saja akan menambah penghasilan kita sekaligus membuka lapangan pekerjaan bagi teman2 kita yang putus sekolah dan lain sebagainya, tinggal kemauan dan keinginan kita untuk menjadi seorang wirausaha sekecil apapun itu, kita mempunyai makna dalam menjalankan kehidupan bagi sesama.

Miliki Panduan Rahasia Suksesnya >> KLIK 2x DISINI

Terbukti 
Dinas Perikanan Jabar secara bertahap terus mengembangkan budidaya lele dumbo jenis Sangkuriang. Bantuan bibit Lele Sangkuriang diberikan kepada kelompok tani, dengan target memberdayakan ekonomi masyarakat. Seperti terlihat di gambar, budidaya lele oleh Kelompok Tani-Tambak Lele Mitra Lestari di Kampung Karangsinom, Desa Karanganyar, Kec.Kandanghaur, Kab Indramayu. Dengan 20 petak kolam sekitar (memanfaatkan lahan tidur tanah Pertamina), bisa dipanen 6 ton/minggu. Dalam sebulan petani bisa untung Rp 24 juta. Para petani menjual sekitar Rp 2.500/kilogram ke pedagang yang datang langsung dari Jakarta. Sementara di pasar Jakarta, Lele Sangkuriang dijual sekitar Rp 12 ribu/kg. Jika difasilitasi koperasi, keuntungan petani bisa lebih besar karena bisa memutus rantai distribusi/pedagang. Ayo kita manfaatkan lahan tidur dengan budidaya lele!

Ikan Lele Sangkuriang Ciri ciri, keungulan dan Peluang Rahasia Panduan Budidaya
Ikan Lele Sangkuriang Ciri ciri, keungulan dan Peluang Rahasia Panduan Budidaya
 Miliki Panduan Rahasia SUKSES BUDIDAYA LELE SANGKURIANG >>> KLIK DISINI 

Ikan Lele Sangkuriang Ciri ciri, keungulan dan Peluang Rahasia Panduan Budidaya
Ikan Lele Sangkuriang Ciri ciri, keungulan dan Peluang Rahasia Panduan Budidaya

Miliki Panduan Rahasia Suksesnya >> KLIK 2x DISINI

Cara Membuat HERBISIDA Sederhana dan Praktis

HERBISIDA Sederhana dan Praktis

Cara Membuat HERBISIDA Sederhana dan Praktis By Bambang Erbata Kalingga·

Bahan-bahan yang diperlukan : 
1. Bensin 1 liter 
2. Solar 1 liter 
3. Garam 1 kg
 4. Urea 1 kg 
5. Sabun Serbuk 1 kg 
Cara membuat : 
1. Semua bahan-bahan di campur satu persatu, mulai dari bensin dan solar dalam satu wadah. 
2. Pada wadah yang lain kemudian garam dan urea serta sabun serbuk dicampur. 
 3. Wadah satu yang berisi campuran bensin dan solar dicampurkan sedikit demi sedikit sambil terus diaduk-aduk dituangkan pada wadah kedua yang berisi campuran garam, urea dan sabun serbuk. 
4. Pengadukan dilakukan terus-menerus sampai campuran tadi menjadi larutan yang menyatu. 
5. Bahan racun rumput (FiO) Five in One alias GUS Bensol siap digunakan. Simpanlah pada wadah yang aman dan tertutup jauhkan dan hindarkan dari nyala api, karena bahan ini mudah terbakar.




 Cara Penggunaan : Cara penggunaan sama dengan penggunaan racun rumput lainnya. Yaitu kalau kita ingin menyemprot dengan pompa sprayer berisi 15 liter air campurkan sekitar 50 cc obat racun rumput FiO Gus Bensol ini. Kalau dirasa kurang hebat ditambah sedikit dosisnya juga bisa sampai sekitar 200 cc (atau satu gelas wadah aqua) dalam tangki sprayer 15 liter (ada juga tangki yang 16 sampai 18 liter).
Sekarang ini memang sudah banyak herbisida atau pembunuh rumput dan gulma yang dijual di toko-toko pertanian. Namun ada beberapa merek herbisida yang tidak ramah lingkungan, bahkan bisa berbahaya bagi pengguna jika salah dalam penggunaannya. Penggunaan herbisida secara terus menerus dengan dosis besar dapat menyebabkan terjadinya mutasi genetik pada tumbuhan yang ditanam. Kemudian biaya operasional tambahan yang dikeluarkan untuk membeli herbisida kimia juga sangat membebani petani. Bila lahan tanamnya luas maka herbisida kimia yang digunakan haruslah dalam jumlah yang banyak pula, sedangkan harga herbisida kimia dipasaran cukup mahal. Oleh karena itu Anda bisa menyiasatinya dengan membuat herbisida sendiri dengan mudah dan bisa dilakukan siapa saja. 
Berikut ini adalah cara pembuatannya:
Alat dan Bahan
1. Tangki semprot pertanian 2. 1/2 cup garam (250ml) 3. 1 Galon Cuka (3.7 liter) 4. 1/4 cup sabun cuci piring
Cara Pembuatan
Caranya cukup mudah, campurkan semua bahan ke dalam sebuah wadah agar mudah mencampurnya kemudian aduk secara merata. Setelah larutan tercampur semua Anda bisa menggunakan herbisida tersebut sesuai kebutuhan Anda. Masukkan ke dalam tangki semprot pertanian agar mudah dalam penggunaannya.
Cara pembuatan herbisida seperti ini adalah salah satu resep racikan herbisida yang dapat Anda buat sendiri di rumah. Sekarang Anda tahu ternyata pengendalian gulma jauh lebih mudah dari yang selama ini Anda pikirkan. Sederhana, efektif, mudah, murah dan ramah lingkungan.
 Silahkan dicoba di rumah.
• Air 4 liter • Garam 2 kg • Cuka 80% 2 botol • Belerang 3 ons 
loading...

 Cara membuat: Rebus semua bahan kecuali cuka sampai mendidih. Lalu angkat dan tunggu sampai dingin. Setelah dingin campurkan cuka dan di aduk sampai merata. Kemudian disimpan dalam jerigen. Cara pemakaian: 2 gelas herbisida untuk 1 tangki 10-15liter. Setelah 2 hari penyemprotan gulma baru terlihat mulai mati. Jika ingin mengoplos herbisida alami diatas. Bisa dioploskan dengan roundup atau sejenisnya dengan takaran 1 liter roundup 4 liter herbisida diatas.
 Cara pemakaian: 1-2 gelas untuk 11-15 liter. Setelah 1-2 hari penyemprotan gulma baru terlihat mulai mati.
Herbisida Alami pembunuh Gulma resep ini dari Pak Mo di Jalan Sungai Lemo Sedadap Nunukan Selatan. Bahan-bahan: • Garam kotor 1 kg • Pupuk urea 1 kg • Sabuk colek 1 wadah • Bensin 1 Liter • Solar 1 Liter Cara pembuatan: Campur semua bahan lalu aduk jadi satu. Cara pemakaian: 2 gelas untuk 10-15 liter air.
Herbisida Alami pembunuh Gulma 
Bahan-bahan: 
 1. Alkohol......10 ml 
2. Belerang... 5 gram 
3. Garam....... 2 sendok makan 
4. Cuka.......... 20 ml 
Cara Pembuatan: Campur semua bahan menjadi satu, aduk rata hingga berhomogen, kemudian campur dengan 250ml air. Cara Pakai : Semprotkan cairan yang sudah kita buat ke rumput atau tanaman yang tidak berguna. Selamat mencoba
Dari mas jumandiarto

Minyak Bumi Mentah Lebih Mudah dibuat dicampur Tepung Kalsit/gamping dan Sabun Serbuk Sedikit sesusai Takaran akan Lebih aman...



Pupuk Terbukti dan  Terlaris Terjual Ribuan Botol ...

Mengapa HANTU LEBIH UNGGUL DIBANDING PUPUK LAIN KARENA :

EFISIENSI WAKTU DAN TENAGA
- Untuk tanaman berbatang lembut
2 x 24 jam sudah terlihat reaksi / perubahan pada tanaman
- Hanya dibutuhkan 1 botol saja untuk memupuk 1 hektar tanaman
berbatang lembut / 2 botol saja untuk memupuk 1 hektar tanaman
berbatang keras. Sangat Ringan !

 HASIL PANEN YANG BERKUALITAS
Hasil di lapangan telah berbicara lebih banyak,
banyak para petani dan
Insinyur pertanian yang telah membuktikan keunggulannya dan tidak
sedikit dari mereka yang kagum dengan hasilnya !

Selasa, 19 April 2016

Sawit | Metode dan Dosis Pemupukan Kelapa Sawit

CARA PEMUPUKAN SAWIT,BUDIDAYA SAWIT,PUPUK ORGANIK UNTUK TANAMAN SAWIT.
CARA PEMUPUKAN SAWIT,BUDIDAYA SAWIT,PUPUK ORGANIK UNTUK TANAMAN SAWIT.



Sawit | Metode dan Dosis Pemupukan Kelapa Sawit , CARA PEMUPUKAN SAWIT,BUDIDAYA SAWIT,PUPUK ORGANIK UNTUK TANAMAN SAWIT.
 Bagi pemilik perkebunan kelapa sawit, prosedur pemupukan kelapa sawit mungkin sudah tidak asing lagi, tetapi terkadang meskipun sudah berkebun kelapa sawit dan sudah melakukan pemupukan kelapa sawit masih saja ada kelapa sawit yang tidak tumbuh dengan baik. Atau Anda sering kali mengalami gagal panen dikarenakan buah kelapa sawit yang kurang maksimal, apalagi bagi Anda yang belum atau ingin membuka perkebunana kelapa sawit perlu mengetahui prosedur pemupukan kelapa sawit ini. 
Pemupukan kelapa sawit merupakan salah satu proses yang sangat penting untuk mempertahankan produksi buah kelapa sawit. Pohon kelapa sawit ini berbuah sekitar dua minggu sekali, atau dengan kata lain pemilik kebun kelapa sawit akan panen kelapa sawit setiap dua minggu sekali. Namun, setiap periode dua minggu tersebut bukan tidak mungkin buah yang dihasilkan tidak sama. Terkadang dua minggu pertama panen besar, tetapi selang dua minggu ke empat agak menurun. Hal ini bisa saja disebabkan dari prosedur pemupukan kelapa sawit yang belum maksimal. 
Siapa yang tidak ingin melihat hasil panen kelapa sawitnya bertahan setiap kali panen atau malah bertambah?Semuanya pasti menginginkan hasil panen yang maksimal setiap kali panen. Selain perawatan membersihkan piringan pada tanaman sawit, memberihkan rumput dibawah batang berjarak satu meter disekelilingnya, melakukan dodos tandan, tentu saja pemupukan kelapa sawit tidak boleh ditinggalkan.
Tidak semua petani kelapa sawit berhasil mempertahankan prosedur pemupukan kelapa sawit setiap saat, karena ada kalanya proses pemupukan kelapa sawit tidak berjalan dengan baik. Bahkan ada juga yang sering kali gagal melakukan pemupukan kelapa sawit, sampai harus mengganti pupuk. Kegagalan tersebut dikarenakan minimnya atau ketidaktahuan dalam memberikan dosis pada saat proses pemupukan kelapa sawit berlangsung. Lalu bagaimana metode memberikan dosis untuk proses pemupukan kelapa sawit ini? 
Berikut beberapa metode memberikan dosis untuk pemupukan kelapa sawit:
  1. Pemupukan boleh dilakukan dengan menggunakan metode atau sistem tebar dan sistem benam. Petani kelapa sawit harus memperhatikan metode mana yang cocok untuk kebun kelapa sawitnya. Jika tidak menerapkan metode yang tepat, kemungkinan panen yang didapatkan tidak sesuai dengan harapan.
  2. Apabila menggunakan sistem tebar, sebaiknya pupuk ditebarkan di pinggir piringan antara jarak 0,5 meter pada tanaman muda kelapa sawit, sedangkan untuk tanaman kelapa sawit yang sudah tua atau dewasa, pemupukan kelapa sawit diberikan pada jarak antara 1 – 2,4 meter.
  3. Pada sistem benam (pocket), pemupukan kelapa sawit diberikan pada 4 sampai dengan 6 lubang pada piringan di sekeliling pohon kelapa sawit. Lalu lubang ditutup lagi supaya pupuk meresap. Sistem benam cenderung digunakan pada areal yang relatif rendah. Sedangkan pada areal gambut atau pasir mudah mengalami erosi.
  4. Metode pemupukan kelapa sawit bisa dilakukan dengan cara-cara manual atau modern.
  5. Cara pemupukan kelapa sawit manual dengan menggunakan tenaga manusia dan satu persatu. Sedangkan cara pemupukan kelapa sawit modern menggunakan pesawat terbang atau bisa juga menggunakan traktor. Selama ini pemupukan kelapa sawit secara manual adalah yang paling umum dilaksanakan karena lebih murah dan lebih teliti.
  6. Pemupukan kelapa sawit biasanya dilakukan 2 kali dalam setahun, yakni saat awal musim dan akhir musim penghujan.
  7. Apabila pemupukan kelapa sawit menggunakan NPK 15-15-15, dosis perpohonnya sebanyak 4 kg ditambah DSP 1 kg perpohon.
  8. Penggunaan kompos untuk tandan sawit, sedangkan bahan organik berguna untuk lahan yang kurang kandungan organiknya.

#Sponsore 
Peluang Usaha 👇👇👇 Disini AJa !!! menuju 10 juta pebisnis Sukses Seperti Anda ? Mau ?
http://uymnetwork.com/leader

http://uymnetwork.com/leader

                                                  Mau ?
http://uymnetwork.com/leader
 Ya ... Daftar dan Miliki Bonus Hari Ini, Total Senilai 5 jt  :

>> Bonus Website Website Replika Senilai 2 jt , Anda hanya share link web anda di sosial media anda
>> Ilmu Ilmu Online Marketing untuk kesuksesan bisnis anda
>> Grup Support Facebook saling share membantu bisnis anda

http://uymnetwork.com/leader



Cara Sederhana Pemupukan Kelapa Sawit
Dosis dan metode pemupukan kelapa sawit sudah kita pelajari dari penjelasan di atas. Apa yang telah di uraikan tersebut tidak akan berhasil jika kita tidak mencobanya. Untuk mencoba metode dan dosisi pemupukan kelapa sawit tersebut tidak perlu dilakukan secara besar-besaran langsung, tetapi dilakukan terlebih dahulu dengan cara yang sederhana. Hal ini dilakukan untuk menghindari pemborosan dalam pemupukan kelapa sawit yang akan dilakukan, dan tentu saja untuk menghindari kegagalan.
Pada dasarnya pemupukan kelapa sawit tidak perlu dilakukan secara berlebihan, cukup dengan cara yang sederhana, Anda sudah bisa mendapatkan hasilnya. Satu hal yang terpenting pada saat melakukan pemupukan kelapa sawit ini adalah ketekunan dan ketelitian. Dosis yang dibuat jika tidak sesuai dengan takarannya yang tepat akan berdampak buruk pada pohon kelapa sawit. Demikian juga halnya dengan aturan pemberian pupuk yang terlalu sering juga tidak akan membuahkan hasil yang maksimal.
Terutama bagi Anda yang baru merintis membuka perkebunan kelapa sawit, sebaiknya yang Anda lakukan adalah melakukan pemupukan kelapa sawit dengan cara yang sederhana. Bagaimana cara sederhana melakukan pemupukan kelapa sawit itu? Berikut beberapa cara sederhana yang bisa kita lakukan pada saat pemupukan kelapa sawit:
  1. Bersihkan terlebih dahulu “piringan” pada tanaman kelapa sawit dari rumput dan alang-alang. Sebab, hal ini bermanfaat bagi pohon kelapa sawit dan tandan buah sawit. Sehingga pemupukan kelapa sawit yang akan dilakukan bisa berjalan mulus dan meresap maksimal ke dalam pohon kelapa sawitnya.
  2. Khusus untuk areal datar, pupuk ditabur merata 0,5 m dari pohon kelapa sawit sampai pinggiran melingkar. Lakukan hal yang sama untuk semua pohon kelapa sawit yang berada di areal datar tersebut secara merata.
  3. Tempat penyebaran pupuk adalah tempat pupuk ditaburkan. Artinya jangan menyebarkan pupuk yang bukan semestinya atau tidak ditempatnya, karena akan mempengaruhi proses pemupukan kelapa sawit yang dilakukan.
  4. Jika terdapat jenis pupuk yang tidak boleh dicampur. Sebaiknya tempat penaburannya dipisahkan dan diberi jarak sekitar 12 hari antara satu pupuk dengan pupuk yang lainnya.
  5. Pupuk dianjurkan untuk disebarkan pada pohon kelapa sawit yang memiliki akar-akar rambut paling banyak. Letaknya kira-kira dekat mahkota daun bagian yang terluar dari kelapa sawit.
  6. Pemupukan kelapa sawit yang akan disebarkan haruslah benar-benar berbentuk remah, bukan gumpalan-gumpalan seperti yang terdapat pada pupuk Urea dan lain sebagainya. Jadi sebelum melakukan pemupukan kelapa sawit, perhatikan pupuknya jika sudah berbentuk remah baru boleh disebarkan, tetapi jika belum, gumpalan pupuk harus kita hancurkan menjadi remah.
  7. Gunakanlah selalu alat takaran pemupukan kelapa sawit supaya dosis pemupukan bisa tepat dalam penggunaannya. Pupuk memang baik untuk merangsang pertumbuhan buah kelapa sawit, tetapi jika berlebihan bukannya baik malah akan berakibat buruk.
Tempat Penaburan Pupuk pada Kelapa Sawit
Nah, tempat untuk menabur pupuk atau lokasi yang dipilih sebagai tempat untuk melakukan pemupukan kelapa sawit adalah sebagai berikut:
  1. Bokoran
  2. Ujung bokoran
  3. Ujung pelepah
Cara Memupuk
  1. Top dressing, disebar dari atau langsung ditabur di atas tanah.
  2. Furrow application, di dalam rorak-rorak atau di pinggir guludan. Rorak atau guludan adalah gundukan dan saluran air.
  3. Sub Soil placement, memupuk dengan cara dibenam.
  4. Soil injection, dimasukkan dalam tanah dalam bentuk cairan.
  5. Stem injection, dimasukkan ke dalam batang.
  6. Nutritional spray, memupuk melalui daun.
Terakhir dan penting sekali diperhatikan. Pemupukan kelapa sawit harus dibedakan ketika tanaman sawit belum menghasilkan dan ketika tanaman sawit yang sudah menghasilkan. Kedua kondisi ini berbeda cara pemupukannya.
=========================================================================
Terbukti 
Dinas Perikanan Jabar secara bertahap terus mengembangkan budidaya lele dumbo jenis Sangkuriang. Bantuan bibit Lele Sangkuriang diberikan kepada kelompok tani, dengan target memberdayakan ekonomi masyarakat. Seperti terlihat di gambar, budidaya lele oleh Kelompok Tani-Tambak Lele Mitra Lestari di Kampung Karangsinom, Desa Karanganyar, Kec.Kandanghaur, Kab Indramayu. Dengan 20 petak kolam sekitar (memanfaatkan lahan tidur tanah Pertamina), bisa dipanen 6 ton/minggu. Dalam sebulan petani bisa untung Rp 24 juta. Para petani menjual sekitar Rp 2.500/kilogram ke pedagang yang datang langsung dari Jakarta. Sementara di pasar Jakarta, Lele Sangkuriang dijual sekitar Rp 12 ribu/kg. Jika difasilitasi koperasi, keuntungan petani bisa lebih besar karena bisa memutus rantai distribusi/pedagang. Ayo kita manfaatkan lahan tidur dengan budidaya lele!

======================================================================
 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Hot Sonakshi Sinha, Car Price in India