PUPUK HANTU MULTIGUNA PUPUK HANTU MULTIGUNA

Rabu, 27 September 2017

Cara membuat bokasi pupuk kompos arang sekam dan pupuk kandang

Cara membuat bokasi pupuk kompos arang sekam dan pupuk kandang

Cara membuat pupuk bokasi atau kompos dari arang sekam dan pupuk kandang dengan aktivator EM4 dan larutan gula pasir. Bokasi untuk campuran media tanam budidaya cabe dalam polybag atau karung di halaman rumah

Kami Menjual Pupuk Kompos Langsung Tanam tanpa tambahan tanah lagi
 
Media tanaman pupuk non kimia untuk segala jenis tanaman.

manfat pupuk :
menyuburkan dan menggemburkan tanah

komposisi :
terbuat dari bahan bahan alami tanpa KIMIA, seperti daun, akar akaran dan kelapa.

Kemasan khusus 1kg agar ringan di Ongkir, simple dan praktis.

1 bungkus cukup untuk 1 buah pot.

Hanya Rp.10.000/kg

Agar anda Puas ...... silakan order minimal 3-5 kg

Happy Gardening !

Untuk Order  silakan SMS ke 0812 5796 7717
Nama_ALamatLengkap_NoHandphone

Cara Mudah Membuat Kompos Cair

Cara Mudah Membuat Kompos Cair

Kompos cair ini disebut juga dengan "compost tea"

Kami Menjual Pupuk Kompos Langsung Tanam tanpa tambahan tanah lagi
 
Media tanaman pupuk non kimia untuk segala jenis tanaman.

manfat pupuk :
menyuburkan dan menggemburkan tanah

komposisi :
terbuat dari bahan bahan alami tanpa KIMIA, seperti daun, akar akaran dan kelapa.

Kemasan khusus 1kg agar ringan di Ongkir, simple dan praktis.

1 bungkus cukup untuk 1 buah pot.

Hanya Rp.10.000/kg

Agar anda Puas ...... silakan order minimal 3-5 kg

Happy Gardening !

Untuk Order  silakan SMS ke 0812 5796 7717
Nama_ALamatLengkap_NoHandphone

Cara pembuatan kompos

Cara pembuatan kompos

Kami Menjual Pupuk Kompos Langsung Tanam tanpa tambahan tanah lagi
 
Media tanaman pupuk non kimia untuk segala jenis tanaman.

manfat pupuk :
menyuburkan dan menggemburkan tanah

komposisi :
terbuat dari bahan bahan alami tanpa KIMIA, seperti daun, akar akaran dan kelapa.

Kemasan khusus 1kg agar ringan di Ongkir, simple dan praktis.

1 bungkus cukup untuk 1 buah pot.

Hanya Rp.10.000/kg

Agar anda Puas ...... silakan order minimal 3-5 kg

Happy Gardening !

Untuk Order  silakan SMS ke 0812 5796 7717
Nama_ALamatLengkap_NoHandphone

Kami Menjual Pupuk Kompos Langsung Tanam tanpa tambahan tanah lagi
 
Media tanaman pupuk non kimia untuk segala jenis tanaman.

manfat pupuk :
menyuburkan dan menggemburkan tanah

komposisi :
terbuat dari bahan bahan alami tanpa KIMIA, seperti daun, akar akaran dan kelapa.

Kemasan khusus 1kg agar ringan di Ongkir, simple dan praktis.

1 bungkus cukup untuk 1 buah pot.

Hanya Rp.10.000/kg

Agar anda Puas ...... silakan order minimal 3-5 kg

Happy Gardening !

Untuk Order  silakan SMS ke 0812 5796 7717
Nama_ALamatLengkap_NoHandphone

Sabtu, 23 September 2017

100% Pupuk Organik. Mau tahu rahasia pembuatannya?

100% Pupuk Organik. Mau tahu rahasia pembuatannya?

100% Pupuk Organik. Mau tahu rahasia pembuatannya?


Secara singkat bisa  pupuk organik cair adalah pupuk berfasa cair yang dibuat dari bahan-bahan organik melalui proses pengomposan.
Mengapa harus ditekankan demikian? Karena kami berpandangan pupuk organik tidak hanya mempunyai fungsi sebagai penyedia hara, melainkan juga berfungsi memperbaiki lingkungan sekitar tanaman, baik secara fisik, kimia, maupun biologi. Oleh karena itu pupuk organik bukan sekedar dibuat dari bahan-bahan organik, tetapi juga harus berkerja secara organis juga pada tanaman. Agar bisa dibedakan dengan pupuk organik cair yang banyak beredar dipasaran. Dimana pupuk tersebut dibuat dari bahan organik tetapi pembuatannya tidak melibatkan proses dekomposisi biologi, tetapi lebih menggunakan proses fisik, seperti pemanasan, ekstraksi, penguapan dan lain-lain.

Terdapat dua macam tipe pupuk organik cair yang dibuat melalui proses pengomposan. Pertama adalah pupuk organik cair yang dibuat dengan cara melarutkan pupuk organik yang telah jadi atau setengah jadi ke dalam air. Jenis pupuk yang dilarutkan bisa berupa pupuk hijau, pupuk kandang, pupuk kompos atau campuran semuanya. Pupuk organik cair semacam ini karakteristiknya tidak jauh beda dengan pupuk organik padat, hanya saja wujudnya berupa cairan. Dalam bahasa lebih mudah, kira-kira seperti teh yang dicelupkan ke dalam air lalu airnya dijadikan pupuk.

Pupuk cair tipe ini suspensi larutannya kurang stabil dan mudah mengendap. Kita tidak bisa menyimpan pupuk tipe ini dalam jangka waktu lama. Setelah jadi biasanya harus langsung digunakan. Pengaplikasiannya dilakukan dengan cara menyiramkan pupuk pada permukaan tanah disekitar tanaman, tidak disemprotkan ke daun.
Kedua adalah pupuk organik cair yang dibuat dari bahan-bahan organik yang difermentasikan dalam kondisi anaerob dengan bantuan organisme hidup. Bahan bakunya dari material organik yang belum terkomposkan. Unsur hara yang terkandung dalam larutan pupuk cair tipe ini benar-benar berbentuk cair. Jadi larutannya lebih stabil. Bila dibiarkan tidak mengendap. Oleh karena itu, sifat dan karakteristiknya pun berbeda dengan pupuk cair yang dibuat dari pupuk padat yang dilarutkan ke dalam air. Tulisan ini bermaksud untuk membahas pupuk organik cair tipe yang kedua.

 

Sifat dan karakteristik pupuk organik cair
Pupuk organik cair tidak bisa dijadikan pupuk utama dalam bercocok tanam. Sebaiknya gunakan pupuk organik padat sebagai pupuk utama/dasar. Pupuk organik padat akan tersimpan lebih lama dalam media tanam dan bisa menyediakan hara untuk jangka yang panjang. Sedangkan, nutrisi yang ada pada pupuk cair lebih rentan terbawa erosi. Namun di sisi lain, lebih mudah dicerna oleh tanaman.

Jenis pupuk cair lebih efektif dan efesien jika diaplikasikan pada daun, bunga dan batang dibanding pada media tanam (kecuali pada metode hidroponik). Pupuk organik cair bisa berfungsi sebagai perangsang tumbuh. Terutama saat tanaman mulai bertunas atau saat perubahan dari fase vegetatif ke generatif untuk merangsang pertumbuhan buah dan biji. Daun dan batang bisa menyerap secara langsung pupuk yang diberikan melalui stomata atau pori-pori yang ada pada permukaannya.

Pemberian pupuk organik cair lewat daun harus hati-hati. Jaga jangan sampai overdosis, karena bisa mematikan tanaman. Pemberian pupuk daun yang berlebih juga akan mengundang hama dan penyakit pada tanaman. Jadi, ketepatan takaran harus benar-benar diperhatikan untuk mendapatkan hasil maksimal.
Setiap tanaman mempunyai kapasitas dalam menyerap nutrisi sebagai makanannya. Secara teoritik, tanaman hanya sanggup menyerap unsur hara yang tersedia dalam tanah tidak lebih dari 2% per hari. Pada daun, meskipun kami belum menemukan angka persisnya, bisa diperkirakan jumlahnya tidak lebih dari 2%. Oleh karena itu pemberian pupuk organik cair pada daun harus diencerkan terlebih dahulu.

Karena sifatnya sebagai pupuk tambahan, pupuk organik cair sebaiknya kaya akan unsur hara mikro. Sementara unsur hara makro dipenuhi oleh pupuk utama lewat tanah, pupuk organik cair harus memberikan unsur hara mikro yang lebih. Untuk mendapatkan kandungan hara mikro, bisa dipilah dari bahan baku pupuk.



Cara membuat pupuk organik cair
  • Siapkan bahan-bahan berikut: 1 karung kotoran ayam, setengah karung dedak, 30 kg hijauan (jerami, gedebong pisang, daun leguminosa), 100 gram gula merah, 50 ml bioaktivator (EM4), air bersih secukupnya.
  • Siapkan tong plastik kedap udara ukuran 100 liter sebagai media pembuatan pupuk, satu meter selang aerotor transparan (diameter kira-kira 0,5 cm), botol plastik bekas akua ukuran 1 liter. Lubangi tutup tong seukuran selang aerotor.
  • Potong atau rajang bahan-bahan organik yang akan dijadikan bahan baku. Masukkan kedalam tong dan tambahkan air, komposisinya: 2 bagian bahan organik, 1 bagian air. Kemudian aduk-aduk hingga merata.
  • Larutkan bioaktivator seperti EM4 dan gula merah 5 liter air aduk hingga merata. Kemudian tambahkan larutan tersebut ke dalam tong yang berisi bahan baku pupuk.
  • Tutup tong dengan rapat, lalu masukan selang lewat tutup tong yang telah diberi lubang. Rekatkan tempat selang masuk sehingga tidak ada celah udara. Biarkan ujung selang yang lain masuk kedalam botol yang telah diberi air.
  • Pastikan benar-benar rapat, karena reaksinya akan berlangsung secara anaerob. Fungsi selang adalah untuk menyetabilkan suhu adonan dengan membuang gas yang dihasilkan tanpa harus ada udara dari luar masuk ke dalam tong.
  • Tunggu hingga 7-10 hari. Untuk mengecek tingkat kematangan, buka penutup tong cium bau adonan. Apabila wanginya seperti wangi tape, adonan sudah matang.
  • Pisahkan antara cairan dengan ampasnya dengan cara menyaringnya. Gunakan saringan kain. Ampas adonan bisa digunakan sebagai pupuk organik padat.
  • Masukkan cairan yang telah melewati penyaringan pada botol plastik atau kaca, tutup rapat. Pupuk organik cair telah jadi dan siap digunakan. Apabila dikemas baik, pupuk bisa digunakan sampai 6 bulan.



Penggunaan pupuk organik cair

Pupuk organik cair diaplikasikan pada daun, bunga atau batang. Caranya dengan mengencerkan pupuk dengan air bersih terlebih dahulu kemudian disemprotkan pada tanaman. Kepekatan pupuk organik cair yang akan disemprotkan tidak boleh lebih dari 2%. Pada kebanyakan produk, pengenceran dilakukan hingga seratus kalinya. Artinya, setiap 1 liter pupuk diencerkan dengan 100 liter air.

Untuk merangsang pertumbuhan daun, pupuk organik cair bisa disemprotkan pada tanaman yang baru bertunas. Sedangkan untuk menghasilkan buah, biji atau umbi, pupuk disemprotkan saat perubahan fase tanaman dari vegetatif ke generatif. Bisa disemprotkan langsung pada bunga ataupun pada batang dan daun. Setiap penyemprotan hendaknya dilakukan dengan interval waktu satu minggu jika musim kering atau 3 hari sekali pada musim hujan. Namun dosis ini harus disesuaikan lagi dengan jenis tanaman yang akan disemprot.
Pada kasus pemupukan untuk pertumbuhan daun, gunakan pupuk organik cair yang banyak mengandung nitrogen. Caranya adalah dengan membuat pupuk dari bahan baku kaya nitrogen seperti kotoran ayam, hijauan dan jerami. Sedangkan pada kasus pemupukan untuk pertumbuhan buah, gunakan bahan baku pupuk yang kaya kalium dan fosfor, seperti kotoran kambing, kotoran sapi, sekam padi dan dedak. Kandungan setiap jenis material organik bisa dilihat di tabel berikut.

Secara sederhana bisa dikatakan, untuk membuat pupuk perangsang daun gunakan sumber bahan organik dari jenis daun-daunan. Sedangkan untuk membuat pupuk perangsang buah gunakan bahan organik dari sisa limbah buah seperti sekam padi atau kulit buah-buahan.

Cari Diskon Gede Lewat Handphone Anda , MAU ? klik dan Install Sekarang !

Jumat, 22 September 2017

cara membuat nutrisi hidroponik murah

Cara sederhana meramu nutrisi untuk tanaman hidroponik



Punya hobi bercocok tanam, tapi ga punya cukup lahan ? tanam di pot saja. Tidak stabil pertumbuhannya? Nah, kalau kamu punya masalah seperti ini, pilihlah sistem hidroponik selain hemat lahan dan praktis  (bisa ditanam vertikal) juga menjamin kestabilan tumbuh tanaman sepanjang aliran nutrisi masih berjalan. Dan kalau punya lahan cukup untuk skala besar, bisa jadi lahan bisnis yang menjanjikan. Tapi kalau sekedar menyalurkan hasrat dan hobi bercocok tanam, setidaknya dapat menghemat pengeluaran belanja sayuran atau lauk pauk saat panen tiba dan menjadikan pekarangan menjadi lebih hijau dan udara sekitar rumah menjadi kaya oksigen. Disamping itu, Allah menjanjikan pahal yang melimpah bagi mereka yang mau bercocok tanam. Rasanya itu sudah cukup menghibur bukan? Jadi mau tunggu apalagi?

Memang, kendala pertama dan utama yang sering muncul pada sistem hidroponik ini adalah ketersediaan larutan hidroponik yang agak rumit dalam komposisi kimianya, alih-alih tanaman jadi subur malah mati keracunan karena takaran nutrisi tidak pas (ga segitunya kalee....). Nah, untuk mengganti larutan nutrisi kimiawi tersebut kita bisa menggantinya dengan nutrisi cair dari pupuk organik, atau pupuk kandang yang terlarut. Petunjuk meramu pupuk organik cair bisa dilihat di catatan lain ya. Sekarang saya share bagaimana cara meramu nutrisi bagi tanaman dengan teknik hidroponik.

Yang perlu kita ketahui adalah nama bahan pupuk/kimia dan kandungannya, sebab ada beberapa kandungan yang tidak sama, sehingga akan merubah komposisi larutan nutrisi, ini akan membuat pupuk yg dibuat tidak optimal.

Pupuk hidroponik juga bisa dibeli yang sudah siap pakai, ini memudahkan dalam aplikasi, sebab kalau kita mau buat sendiri perlu beberapa invest alat dan bahan-bahan pupuk atau kima yang harus kita beli.



Pupuk hidroponik biasa konsentrasi larutan dengan ppm (part per million), atau mg/l (mili gram per liter).
1 ppm = 1 mg/L = 1 g/1.000 L

Lebih lanjut lagi kita juga harus mengerti tentang berat atom setipa unsur, ini penting untuk orang yang mau memperdalam perhitungan nutrisi hidrponik.
Ramuan/rumus kandungan nutrisi hidroponik (dalam mg/L) minimal sbb:
Makro element:
Nitrogen -Nitrate (N/NO3) : 200
Nitrogen-Amonium (N/NH4) : 20
Kalsium (Ca) : 200
Fospor (P) : 50
Magnesium (Mg) : 40
Sulfur (S) : 117Mikro element:
Besi (Fe) : 2
Boron (B) : 0.5
Mangan (Mn) : 0.5
Kopper (Cu) : 0.1
Molibdenum (NaMo) : 0.05

Nah, bagaimana cara menghitung kebutuhan bahan pupuk agar sesuai dengan komposisi tersebut diatas, kami contohkan sbb :
Misalkan kita beli Calsium Nitrtae, Ca(NO3)2.4H2O dengan kandungan Kalsium nitra : 19% kalsium dan 14.5% nitrate.
Kita perlu kalsium : 200 mg/L.
200 mg/L x 100/19 = 1.052,6 mg/L Kalsium Nitrtate.
begitu seterusnya dengan bahan pupuk yang lain juga.


Secara sederhana, Bahan dan cara pembuatan Nutrisi Hidroponik bisa mengikuti takaran yang biasa digunakan.
Bahan :
Pupuk Urea…………………………………………….1000 gr.
Pupuk KCL …………………………………………… 1000 gr.
Pupuk NPK …………………………………………… 1000 gr.
Pupuk daun Gandasil ( Growmore ) ……………. 50 gr.

Peralatan :
Ember ber Volume 20 Liter.
Drum plastik ber volume 100 liter
Timbangan digital
Alat pengaduk
Air sumur,  air sungai,
Air PAM tidak diperkenankan kecuali yang sudah diendapkan selama 7 – 10 hari.

Cara membuat :
Masukkan semua bahan yang telah ditimbang kedalam ember volume 20 liter.
Tuangkan air sumur sebanyak 20 ltr ke dalam ember tersebut sedikit demi sedikit sambil diaduk – aduk lanjutkan pengadukan hingga air mencapai volume 20 liter dan tidak ada lagi pupuk yang masih mengkristal – tidak ada endapan
Tuangkan larutan pekatan tadi ke dalam bak penampungan volume 100 liter.
Kucurkan air sumur kedalam bak penampungan sambil diaduk – aduk hingga penuh( mencapai volume 100 liter.
Larutan Nutrisi siap digunakan.



Aplikasi :
Aplikasi larutan nutrisi kimia yang telah dibuat di atas bergantung pada jenis tanaman dan fase pertumbuhannya.
Sebagai contoh pada fase pertumbuhan vegetatif tanaman mentimun, tomat, dan terong perlu penambahan pupuk Urea. Jenis pupuk Gandasil yang digunakan adalah Gandasil D, untuk pupuk Growmore – berwarna biru muda. Sementara untuk tanaman cabe komposisi tersebut diatas sudah sesuai.



Pada saat tanaman memasuki fase pertumbuhan generatif , komposisi pupuk  Urea dikurangi sampai 50 % sehingga tinggal 500g. Sebaliknya komposisi pupuk NPK ditambah sampai 50 % hingga menjadi 1500g. Sementara untuk jenis pupuk Gandasil digunakan Gandasil-B, Growmore – berwarna merah jambu hingga tanaman berbuah sampai priode akhir.


Semoga bermanfaat ya teman-teman. Memang setiap yang membuat pupuk cair biasanya memiliki takaran dan komposisi yang berbeda-beda, sesuai kebutuhan dan kondisi geografis wilayahnya.


Diskon Besar Lazada Lewat Handphone Anda ,Mau ?  KLIK GAMBAR DAN INSTALL SEKARANG ...

Sabtu, 16 September 2017

Cara Merawat & Memangkas Tanaman Cabai

mari simak cara pemangkasan cabai yang dilakukan sejkak awal tanam. simak uraian berikut.
Step 1;
Tanam benih cabai anda sebaik mungkin, bisa dengan cara organik maupun anorganik, dengan cara konvensional maupun hidroponik. Terserah anda pilih bagaimana caranya sesuai kemampuan anda. Tumbuhkan sampi hampir terlihat calon bunga, atau terlihat calon cabang Y pertama. Jangan lebih dari itu, sebab akan semakin berkepanjangan fase vegetatif tanaman cabai anda. Lalu bagaimana jika memangkas terlalu muda? Juga kurang baik, meski terlihat lebih efisien namun cabai yang jumlah daun nya masih sedikit tentu memiliki jumlah akar yang sedikit. Akibatnya setelah dipangkas maka pertumbuhan nya tidak sepesat tanaman yang sudah terlanjur memiliki jumlah akar banyak. Tanaman yang memiliki jumlah daun banyak dan lebatr maka akan memunculkan tunas yang vigor dan sangat cepat bertumbuh. Jadi pastikan dipangkas dalam keadaan seperti gambar dibawah ini.
Cara Merawat & Memangkas Tanaman Cabai
Step 2;
Potong ujung tanaman dan sisakan sekitar 10 cm dari pangkal tanaman, atau sekitar 9-10 daun.
Cara Merawat & Memangkas Tanaman Cabai
Cara Merawat & Memangkas Tanaman Cabai
Kemudian buang juga daun-daun yang berada di bagian paling atas dan bawah untuk memudahkan tunas baru untuk tumbuh dan terkena matahari langsung. Sisakan sekitar 3-5 lembar daun untuk tetap melakukan proses fotosintesis agar tanaman tetap tumbuh.
Setelah semua selesai dipangkas begini penampakan nya:
Dari ketiak daun yang dipotong tersebut nanti akan tumbuh cabang atau tunas baru sebagai ranting yang akan membawa banyak buah dan pertahankan 4-6 cabang yang paling bagus saja. Dicabang-cabang itu juga nanti akan keluar banyak bunga dan buah.
Setelah proses pemangkasan selesai, rawat dengan memberikan pemupukan dengan pupuk dominan N untuk mempercepat pertumbuhan tunas baru. Taruh di tempat yang terkena cahaya matahari secara langsung tanpa naungan untuk mempercepat pertumbuhan tunas. Jika diperlukan maka sekaligus pindah ke dalam pot yang lebih besar untuk menopang pertumbuhan akar yang secara pesat akan tumbuh setelah dilakukan pemangkasan.
Step 3;
Setelah sekitar 2 minggu maka beberapa tunas muda sudah mulai tumbuh di beberapa titik. Jika dirasa terlalu rimbun dengan membesarkan semua tunas tersebut maka buang beberapa tunas yang tidak bagus posisi dan pertumbuhan nya.
Lakukan pemangkasan daun tua yang tersisa juga biar makin fokus dengan pertumbuhan daun baru.
Tanaman akan secara otomatis merespon kekurangan jumlah daun dengan membentuk daun-daun baru pada pertumbuhan berikutnya, jadi jangan kuatir dengan keseluruhan proses ini, tanaman tidak akan mati, malah justru semakin kuat karena sambil menunggu fase generatif tanaman akan membentuk pula akar yang semakin mantap dan kokoh yang mampu menopang semua cabang yang tumbuh pada tanaman cabai anda.
Tempatkan tanaman yang sudah selesai di pangkas tersebut di tempat yang terkena sinar matahari langsung. Rawat dengan menjaga kelembaban media dan pemupukan yang diperlukan.
Step 4;
Setelah beberapa minggu maka tanaman anda akan berubah menjadi lebih rimbun d engan batang yang nampak kokoh dengan banyak sekali cabang. Beberapa cabang sudah menunjukan bunga, inilah saat nya membuahkan. Ketika tanaman anda masuk fase generatif seperti ini maka hanya tinggal mengatur tunas yang tumbuh, jika terdapat bagian yang terlalu rimbun bisa dipangkas kembali cabangnya sampai tanaman anda memiliki tajuk sesuai yang diharapkan.
Semua proses diatas sudah saya tes dan memberikan hasil positif pada 2014 yang lalu. Berikut hasil yang sudah saya praktikan dengan tutorial diatas:
Bagaimana? Tertarik untuk mencobanya? Jika artikel ini menarik, maka silahkan dibagikan agar semakin banyak yang mencobanya.

Wow ! Diskon Besar Lazada Lewat Handphone Anda ,Mau ? KLIK GAMBAR DAN INSTALL SEKARANG ...

Jumat, 15 September 2017

cara membuat pupuk organik cair Nitrogen Tinggi

cara membuat pupuk organik cair, Polemik mengenai pupuk kimia sintetis (baca : urea) yang sebentar lagi akan dicabut subsidinya dan saat ini di beberapa wilayah harga pupuk urea sudah mulai merangkak naik, sangat perlu untuk disikapi secara arif bagi para sahabat tani.  Dampak positif dan negatif  dari suatu kebijakan pasti akan muncul, namun jika dampak positif lebih banyak diterima oleh para petani, maka perlu kebijakan tersebut didukung sepenuhnya.

Nah, untuk persiapan pencabutan subsidi pupuk kimia sintetis, mari kita bagikan Teknik membuat Pupuk Organik Cair berbasis Nitrogen Tinggi.  Bahan cukup mudah diperoleh, murah dan mujarab dalam hasil aplikasinya, karena bisa menghemat pemakaian pupuk kimia sintetis (urea) 35%. Yuk kita simak dan praktekan!

N (Nitrogen) dibutuhkan oleh tanaman dalam jumlah besar, umumnya menjadi faktor pembatas pada tanah-tanah yang tidak dipupuk.  N berperan dalam mempercepat pertumbuhan vegetatif tanaman mencakup tinggi tanaman, jumlah anakan, cabang, dan ranting. N juga membuat tanaman lebih hijau segar, karena banyak mengandung butir hijau daun. Unsur N juga merupakan bahan penyusun klorofil daun, protein, dan lemak, menambah kandungan protein tanaman.

Kekurangan unsur N berakibat daun tanaman menjadi hijau pucat kekuningan sampai menguning seluruhnya, pertumbuhan tanaman lambat dan kerdil. Sebaliknya kelebihan N akan merangsang pertumbuhan vegetatif, laju fotosintesis tinggi, penggunaan CH2O juga tinggi,  akibatnya menghambat kematangan tanaman, jaringan menjadi sukulen, tanaman rebah, mudah terserang penyakit.

Bentuk N yang diserap tanaman
  1. Bentuk NH3 (amoniak) diserap oleh daun dari udara atau dilepaskan dari daun ke udara, jumlahnya tergantung konsentrasi di udara.
  2. Sebagian besar N diambil akar dalam bentuk  anorganik yaitu NH4+ (ammonium) dan NO3- (nitrat). Jumlahnya tergantung kondisi tanah, nitrat  lebih banyak terbentuk jika tanah hangat, lembab dan aerasi baik. Penyerapan NH4+ lebih banyak terjadi pada pH tanah netral, sedangkan NO3- pada pH rendah. Senyawa NO3- umumnya bergerak menuju akar karena aliran masa, senyawa NH4+ bersifat tidak mobil, gerakan disebabkan oleh difusi juga aliran masa.


Mari kita langsung mulai meracik!

Bahan-bahan:
1.    Air “bersih“ 1 liter
2.    Akar kacang tanah/kedelai sebanyak 9 kg
3.    Daun bandotan/wedusan (Ageratum conyzoides) lihat gambar sebanyak 9 kg
4.    Daun marenggo/kapal terbang (Chromolaena odorata)  lihat gambar sebanyak 9 kg
5.    Nanas matang/busuk sebanyak 1 buah
6.    Air kelapa sebanyak 13 liter
7.    Urine sapi/kerbau/kambing/kelinci/manusia sebanyak 99 liter
8.    Mollase/gula jawa/gula aren/gula pasir sebanyak  300 gram
9.    Bioactivator/starter/Ragi kompos sebanyak 1 buah




Alat

  1. Drum plastik kapasitas 200 liter dan penutupnya
  2. Parang tajam untuk mencacah bahan
  3. Kayu pengaduk

Cara Pembuatan
  1. Itikadkan di dalam hati sanubari kepada Sang Pencipta Alam Semesta bahwa niat kita adalah semata untuk memuliakan tanah/lahan bumi pertiwi [khidmat dalam hati] dan hembuskan nafas kita pada air “bersih” 1 liter.  Siramkan/cipratkan pada semua bahan-bahan yang sudah tersedia sampai air “bersih”  habis.
  2. Cacah akar kacang tanah/kedelai sampai kecil, demikian pula untuk daun bandotan/wedusan (Ageratum conyzoides),  juga untuk daun marenggo/kapal terbang (Chromolaena odorata).  Lumatkan buah nanas matang/busuk.
  3. Encerkan bioactivator/starter/ragi kompos  dengan menggunakan air kelapa, dan masukan ke dalam drum plastik tambahkan mollase/gula jawa/gula aren/gula pasir sebanyak 300 gram, aduk agar homogen. Tuangkan nanas yang telah dilumat [aduk kembali],  masukkan akar kacang tanah/kedelai dan daun bandotan/wedusan (Ageratum conyzoides) dan terakhir daun marenggo/kapal terbang (Chromolaena odorata), tambahkan   urine sapi/kerbau/kambing/ kelinci/manusia sambil tetap diaduk-aduk sampai homogen.
  4. Tutup drum plastik tersebut dan biarkan selama 3 minggu, dengan catatan setiap 3 hari sekali dibuka dan diaduk-aduk sekitar 9 menit untuk kemudian tutup kembali demikian seterusnya sampai 3 minggu lamanya.
  5. Alhamdullilah, selesai sudah ramuan Pupuk Organik Cair berbasis Nitrogen Tinggi sebanyak ± 113 liter. Untuk aplikasi saring ramuan tersebut agar mendapatkan cairannya. Untuk ampasnya Jangan Dibuang karena bisa kita gunakan untuk membuat Pupuk Organik Pasta/Kocor pada tanaman sayuran!.

Aplikasi:
  1. Sebelum aplikasi selalu “itikad kan” doa berniat untuk memuliakan lahan/tanah/bumi pertiwi kepada Nya.
  2. Digunakan sebagai pupuk dasar pada saat pengolahan lahan/membajak/traktor dengan dosis 15 liter POC basis N tinggi dicampur air secukupnya dan disiramkan ke lahan secara merata.
  3. Sebagai pupuk susulan pada pertanaman padi, aplikasikan pada 7 HST [hari setelah tanam] dengan dosis 1 liter POC basis N Tinggi dalam 15 liter air [tangki sprayer]. Ulangi setiap 7-10 hari sekali sampai menjelang tanaman mau berbunga.


Catatan:

Pengalaman mereka yang sudah mencoba resep ini dalam membuat dan mempraktekan pembuatan pupuk organik cair beranalisis N tinggi, dapat menghemat penggunaan pupuk kimia sintetis [baca: urea]  kurang lebih sekitar 35%. Beberapa praktek lebih dari prosentase tersebut, namun sebetulnya lebih kepada sejarah lahan itu sendiri (normalnya penambahan Pupuk Organik Padat adalah 10 s.d. 25 ton per hektar, bisa ditambahkan tiap 2 ton per musim tanam)

Selamat mencoba, semoga Allah meridhoi usaha para sahabat petani dalam memuliakan kehidupan petani dengan mengajak bertani dengan hati.











 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Hot Sonakshi Sinha, Car Price in India