Cara sederhana meramu nutrisi untuk tanaman hidroponik
Punya
hobi bercocok tanam, tapi ga punya cukup lahan ? tanam di pot saja.
Tidak stabil pertumbuhannya? Nah, kalau kamu punya masalah seperti ini,
pilihlah sistem hidroponik selain hemat lahan dan praktis (bisa ditanam
vertikal) juga menjamin kestabilan tumbuh tanaman sepanjang aliran
nutrisi masih berjalan. Dan kalau punya lahan cukup untuk skala besar,
bisa jadi lahan bisnis yang menjanjikan. Tapi kalau sekedar menyalurkan
hasrat dan hobi bercocok tanam, setidaknya dapat menghemat pengeluaran
belanja sayuran atau lauk pauk saat panen tiba dan menjadikan pekarangan
menjadi lebih hijau dan udara sekitar rumah menjadi kaya oksigen.
Disamping itu, Allah menjanjikan pahal yang melimpah bagi mereka yang
mau bercocok tanam. Rasanya itu sudah cukup menghibur bukan? Jadi mau
tunggu apalagi?
Memang, kendala pertama dan utama yang
sering muncul pada sistem hidroponik ini adalah ketersediaan larutan
hidroponik yang agak rumit dalam komposisi kimianya, alih-alih tanaman
jadi subur malah mati keracunan karena takaran nutrisi tidak pas (ga
segitunya kalee....). Nah, untuk mengganti larutan nutrisi kimiawi
tersebut kita bisa menggantinya dengan nutrisi cair dari pupuk organik,
atau pupuk kandang yang terlarut. Petunjuk meramu pupuk organik cair
bisa dilihat di catatan lain ya. Sekarang saya share bagaimana cara
meramu nutrisi bagi tanaman dengan teknik hidroponik.
Yang
perlu kita ketahui adalah nama bahan pupuk/kimia dan kandungannya,
sebab ada beberapa kandungan yang tidak sama, sehingga akan merubah
komposisi larutan nutrisi, ini akan membuat pupuk yg dibuat tidak
optimal.
Pupuk hidroponik juga bisa dibeli yang sudah siap
pakai, ini memudahkan dalam aplikasi, sebab kalau kita mau buat sendiri
perlu beberapa invest alat dan bahan-bahan pupuk atau kima yang harus
kita beli.
Pupuk hidroponik biasa konsentrasi larutan dengan ppm (part per million), atau mg/l (mili gram per liter).
1 ppm = 1 mg/L = 1 g/1.000 L
Lebih
lanjut lagi kita juga harus mengerti tentang berat atom setipa unsur,
ini penting untuk orang yang mau memperdalam perhitungan nutrisi
hidrponik.
Ramuan/rumus kandungan nutrisi hidroponik (dalam mg/L) minimal sbb:
Makro element:
Nitrogen -Nitrate (N/NO3) : 200
Nitrogen-Amonium (N/NH4) : 20
Kalsium (Ca) : 200
Fospor (P) : 50
Magnesium (Mg) : 40
Sulfur (S) : 117Mikro element:
Besi (Fe) : 2
Boron (B) : 0.5
Mangan (Mn) : 0.5
Kopper (Cu) : 0.1
Molibdenum (NaMo) : 0.05
Nah, bagaimana cara menghitung kebutuhan bahan pupuk agar sesuai dengan komposisi tersebut diatas, kami contohkan sbb :
Misalkan kita beli Calsium Nitrtae, Ca(NO3)2.4H2O dengan kandungan Kalsium nitra : 19% kalsium dan 14.5% nitrate.
Kita perlu kalsium : 200 mg/L.
200 mg/L x 100/19 = 1.052,6 mg/L Kalsium Nitrtate.
begitu seterusnya dengan bahan pupuk yang lain juga.
Secara sederhana, Bahan dan cara pembuatan Nutrisi Hidroponik bisa mengikuti takaran yang biasa digunakan.
Bahan :
Pupuk Urea…………………………………………….1000 gr.
Pupuk KCL …………………………………………… 1000 gr.
Pupuk NPK …………………………………………… 1000 gr.
Pupuk daun Gandasil ( Growmore ) ……………. 50 gr.
Peralatan :
Ember ber Volume 20 Liter.
Drum plastik ber volume 100 liter
Timbangan digital
Alat pengaduk
Air sumur, air sungai,
Air PAM tidak diperkenankan kecuali yang sudah diendapkan selama 7 – 10 hari.
Cara membuat :
Masukkan semua bahan yang telah ditimbang kedalam ember volume 20 liter.
Tuangkan
air sumur sebanyak 20 ltr ke dalam ember tersebut sedikit demi sedikit
sambil diaduk – aduk lanjutkan pengadukan hingga air mencapai volume 20
liter dan tidak ada lagi pupuk yang masih mengkristal – tidak ada
endapan
Tuangkan larutan pekatan tadi ke dalam bak penampungan volume 100 liter.
Kucurkan air sumur kedalam bak penampungan sambil diaduk – aduk hingga penuh( mencapai volume 100 liter.
Larutan Nutrisi siap digunakan.
Aplikasi :
Aplikasi larutan nutrisi kimia yang telah dibuat di atas bergantung pada jenis tanaman dan fase pertumbuhannya.
Sebagai
contoh pada fase pertumbuhan vegetatif tanaman mentimun, tomat, dan
terong perlu penambahan pupuk Urea. Jenis pupuk Gandasil yang digunakan
adalah Gandasil D, untuk pupuk Growmore – berwarna biru muda. Sementara
untuk tanaman cabe komposisi tersebut diatas sudah sesuai.
Pada
saat tanaman memasuki fase pertumbuhan generatif , komposisi pupuk
Urea dikurangi sampai 50 % sehingga tinggal 500g. Sebaliknya komposisi
pupuk NPK ditambah sampai 50 % hingga menjadi 1500g. Sementara untuk
jenis pupuk Gandasil digunakan Gandasil-B, Growmore – berwarna merah
jambu hingga tanaman berbuah sampai priode akhir.

Semoga
bermanfaat ya teman-teman. Memang setiap yang membuat pupuk cair
biasanya memiliki takaran dan komposisi yang berbeda-beda, sesuai
kebutuhan dan kondisi geografis wilayahnya.